Breaking News
recent

Penuh Lubang, Jembatan Buko Ditambal Seadanya

LUBANG: Polisi mengantur kendaraan yang akan melintasi jembatan Angin-angin di Desa Buko
DEMAK-Kondisi jembatan Angin-angin di Desa Buko Wedung mengkhawatirkan. Lantainya  penuh lubang. Untuk mencegah kendaraan terperosok, warga berswadaya menambal dengan bambu.

SELAIN penuh lubang, badan jembatan patah akibat sebagian pilar baja jembatan menggantung karena keropos terkena air laut. Jembatan Buko atau jembatan Angin-angin merupakan utama akses dari Kecamatan Wedung menuju Demak. Jembatan ini menjadi akses ekonomi bagi masyarakat Bonang-Wedung-Mijen. Bahkan saking ramainya, sering macet.

"Kami mengirim personel untuk mengatur lalulintas di sana. Tugas utama, membantu kendaraan yang melintas agar tidak terperosok ke lubang," ucap Kapolsek Wedung AKP Zamroni, kemarin.
Pantauan Harsem kemarin, petugas harus bekerja keras mengatur lalulintas. Adanya lubang di jembatan memuat kendaraan harus berhati-hati.

Warga setempat mengapresiasi langkah polisi.”Upaya polisi mengatur lalulintas sudah cukup bagus,” kata Ahmadi (43) warga Desa Pasiran Mijen.

Kades Bango Wedung, Imam Wahyudi mengatakan jembatan buko merupakan jalur ekonomi yang sangat vital bagi warga Wedung menuju ke Demak. "Dari Wedung menuju Demak hanya 18 km. Bila jembatan patah harus memutar lewat Kecamatan Mijen menuju Demak sejauh 5 kilometer," ujarnya saat melintasi Jembatan Buko, kemarin.

Jembatan memiliki lebar 2,5 meter dan panjang 36 meter berkontruksi pilar besi baja. Seluruh konstruksi badan jembatan terdari dari penataan kayu balok dengan mur baja sebagai penguat. Dari kontruksinya terlihat bagunan merupakan warisan zaman Belanda.

Setiap hari dilintasi ratusan kendaraan baik motor, mobil, bus, dan truk. Keramaian pasar pagi menambah vitalnya jembatan bagi warga Wedung.

"Jalan di Wedung sudah betonisasi, tapi jembatannya mengkhawatirkan. Warga meminta pemerintah segera membangun jembatan," ungkap warga Desa Buko H Masudi (52). Lanjutnya, warga khawatir jembatan abruk dan menyusahkan warga. Untuk menyeberang harus menaiki perahu.

Terpisah, Kasi Perawatan Jembatan DPUPPE, Dul Muntholib mengakui jembatan tua tersebut sudah penuh lubang. Karena kayu balok sebagai lantai jembatan patah. Belum lama pihaknya telah mengganti balok-balok kayu yang patah, namun pagi tadi (Senin 2/4) dia menerima laporan dari warga bahwa lantai jembatan kembali patah. "Kami sudah mengirim petugas untuk mengukur kondisi kerusakan dan akan kami ganti lantainya," tuturnya.

Karena daerah tidak mampu membangun jembatan,  pihaknya telah melayangkan proposal permohonan ke provinsi dan pusat. Biaya rehab total dperkirakan Rp. 4 milyar untuk membangun jembatan baru berukuran 7 meter x 36 meter diperkirakan RP 4 miliar. Saat pihaknya menunggu respons dari provinsi dan pusat. (swi/16)


tonitok

tonitok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.