Breaking News
recent

Bocoran Soal Harus Diselidiki

KERTAS BOCORAN: Ketua Komisi D DPRD Demak Nurul Mutaqin menunjukan kertas yang diduga bocoran kunci jawaban UN
DEMAK-Dalam sidak pelaksanaan Ujian Nasional (UN) setingkat SMP/MTs (23/4), Komisi D DPRD Demak menemukan banyak lembaran kertas bekas yang diduga merupakan bocoran kunci jawaban UN.

KERTAS bekas sedikit lusuh yang ditemukan dewan berisihuruf-huruf kecil jawaban yang ditata rapi dan berderet, dengan kop (judul) ditulis dengan huruf besar A, B, C, D, dan E. Menunjukan sebagai kunci jawaban dari jenis tipe soal.

Komisi D menemukan sejumlah kertas berisi kunci jawaban di dalam tempat sampah di SMPN 1 Mranggen. ‘‘Meski belum tahu apa ini bocoran atau bukan namun faktanya ditemukan hal semacam ini," kata Ketua Komisi D Nurul Mutaqin.

Kondisi ini menjadi catatan dalam pelaksanaan UN SMP/MTs tahun ini. Nurul Mutaqin sempat mengambil beberapa lembar di antaranya dan dimasukkan dalam tas sebagai bukti hasil sidak, kemarin.

Dia prihatin menemukan kecurangan. Ini membuktikan pelaksanan UN masih diwarnai ketidaksiapan siswa sehingga mengandalkan contekan. Padahal pelaksanaan UN bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa, seharusnya dilaksanakan secara bersih tanpa kecurangan baik dari oknum siswa maupun guru.

Nurul mendesak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) segera menindaklanjuti masalah ini. Setidaknya ada klarifikasi soal kertas-kertas itu yang berada di tong sampah sekolah.

Anggota Komisi D Yudo Astiko sependapat.  Menurutnya “pelaksanaan UN harus bersih. Penemuan kertas-kertas kunci membuktikan pengawasan UN harus diperketat," tambah Anggota Komisi D Yudo Astiko.

Diberitakan, sidak DPRD yang berlangsung selama tiga jam lebih mendatangi sejumlah sekolah di Kecamatan Karangtengah dan Mranggen. Temuan bocoran kunci jawaban UN hanya terjadi di SMPN 1 Mranggen.

Terpisah, Kepala SMPN 1 Mranggen Hj  Rr Indah Noer Apriyanti mengaku sangat terkejut adanya kertas-kertas bertulis kunci jawaban UN yang dibuang sembarangan di tempat sampah sekolah. “Kami sama sekali tidak tahu adanya hal itu. Kertas itu diketahui keberadaannya juga setelah sejumlah anggota dewan menemukan di dalam tempat sampah,” akunya.

Indah menghimbau siswa jujur mengerjakan UN.  Terlebih, beberapa kali telah mengikuti tryout untuk menghadapi ujian.

Menurutnya kemungkinan kertas dibuang oleh sejumlah siswa lantaran mereka melihat ketatnya pengawasan selama UN. Pihaknya menyarankan semua siswa tidak percaya dengan bocoran jawaban UN karena bocoran justru menjerumuskan. (swi/16)

tonitok

tonitok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.