Breaking News
recent

Ditemukan Situs di Mrisen

MENYISIR : Warga Desa Mrisen, Wonosalam mencoba menyisir bentuk situs yang ditemukan (harsem/sukma)



 
Mirip Situs Jatirogo

DEMAK- Setelah geger  temuan situs di Desa Jatirogo Kecamatan Bonang, ganti di wilayah persawahan Desa Mrisen, Kecamatan Wonosalam ditemukan semacam bangunan diduga situs bersejarah.

Situs ditemukan di galian sedalam satu meter dari lahan sawah milik H Lawi, warga RT 01/RW 01 Desa Mrisen. Tekstur situs masih sama dengan temuan di wilayah lain, terdapat bata merah yang tertata miring dan rapi membentuk anak tangga.

Kali pertama situs ditemukan oleh H Lawi. Menurut dia berasal dari pesan sebuah mimpi yang ditemui oleh seseorang, berpesan agar menggali lahan sawahnya, ada sebuah barang yang harus diambil dan dilestarikan.
“Dalam mimpi itu saya dipesan disuruh menggali, dan memberikan hasil temuan nanti ke Dinas Pariwisata atau museum untuk dilestarikan,” ungkap H Lawi, Selasa (16/10). Dalam mimpi seseorang yang menemuinya mengatakan ”ono barang dang diduduk lan direkso kanthi apik (ada barang segera digali dan dilestarikan-red).

Sukamto alias Cebleng warga Mrisen menambahkan, setelah H Lawi bermimpi, selanjutnya disampaikan kepada dirinya, sehingga dia bersama pemuda lain mencoba mencari lokasi itu untuk membuktikan kebenaran dari mimpi tersebut.

“Dan H Lawi yang menunjukkan lokasi pertama untuk digali, setelah itu kami meneruskannya, dan menemukan bata merah yang tertata ini,” ungkapnya. Penemuan situs tersebut banyak mengundang perhatian warga, mereka berbondong-bondong ingin menyaksikan hasil penemuan itu. Beberapa warga yang penasaran atas temuan itu, turut berusaha menggali lokasi situs dengan hati-hati. Sejumlah anak-anak dan ibu-ibu turut menyemangati para pekerja itu.

Sementara bata merah yang ditemukan di Desa Mrisen ada kemiripan dengan bata merah dari Desa Jatirogo, dengan ukuran yang besar. Di galian pertama sudah menemukan semacam anak tangga yang tertata miring mirip dengan arsitektur Majapahitan.

Kepala Desa Mrisen Muhamad Kusnin mengatakan, seusai warganya melapor atas temuan situs, dirinya segera mengimbau jangan merusak keberadaan situs tersebut. “Lalu saya laporkan hal ini ke Polsek agar ada pengamanan,” ungkapnya.

Keberadaan situs terus di gali oleh warga, beberapa bata merah ada yang pecah karena terkena linggis atau pacul, bahkan di sekitar temuan terdapat sejenis keramik namun sudah pecah. Dan warga terus berhati-hati memilah tanah dan situs. Kendati tidak diberi garis police line namun kesadaran warga cukup tinggi, terbukti tak satupun tertarik untuk membawa bata tersebut.

Menanggapi soal temuan situs, Kepala Dinas Pariwisata Demak H Ridwan mengatakan, bila dinasnya sebatas hanya melaporkannya ke Badan Purbakala Jawa Tengah. Diharapkan laporan tersebut segera ditindak lanjuti untuk disurvei. (harsem/swi/15)

tonitok

tonitok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.