Breaking News
recent

Gumuk Pasir Morodemak, Lokasi Wisata Baru yang Langka

LOKASI WISATA : Gumuk pasir di perairan Morodemak jadi lokasi wisata yang menarik


DEMAK- Fenomena alam, munculnya gumuk atau gundukan pasir (sand dune) di wilayah pesisir Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Morodemak Desa Purworejo Kecamatan Bonang, mulai mengundang perhatian masyarakat. Warga setempat tertarik gumuk sebagai lahan rekreasi baru dan murah.

Munculnya Gumuk Pasir merupakan kejadian alam yang langka dan jarang ditemui di daerah tropis, khususnya di Kabupaten Demak. Lokasi gumuk tepat muncul di muara sungai Tuntang Lama yang bertemu dengan perairan pantai Bonang.

Menurut tokoh masyarakat Desa Purworejo H Ismail, sudah belasan tahun gumuk pasir muncul di lokasi dekat pelabuhan. “Kemungkinan sekitar tahun 2000, awalnya gumuk belum begitu luas, namun sekarang hingga 2.000 meter persegi,” ungkap Ismail, kemarin.

Warga sekitar atau pendatang sering mengunjungi gumuk itu, untuk ajang rekreasi dan bermain pasir anak-anak. Karena ada semacam tanah timbul di lokasi laut, sebagian pengunjung ada yang memancing ikan dari lokasi tersebut.

Untuk sampai ke Gumuk Pasir, warga harus menumpang perahu dengan ongkor Rp 10.000 pulang-pergi per orang. “Sengaja anak-anak saya ajak ke gumuk, selain main pasir mereka bermain air laut di sekitarnya,” ucap Fatimah (38), warga Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak.

Dia bersama suami dan kedua anaknya, datang saat pagi hari sehingga sinar matahari tak terlalu terik. Berbekal minuman dan jajan, Fatimah membiarkan anak-anaknya bermain pasir dan sesekali berlarian di air laut yang dangkal.

Dalam perkembangannya, gumuk cukup menarik minat pengunjung, selain berekreasi sekaligus mengenalkan anak-anaknya udara laut yang mengandung unsur kesehatan. Terpisah, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Heru Budiono mengakui kemunculan gumuk pasir mengundang perhatian warga. Banyak pengunjung berwisata di areal gumuk, bahkan beberapa pedagang kerap menjajakan makanan dan minuman dilengkapi dengan tenda.

Heru menambahkan, gumuk pasir tersebut sebenarnya labil dan bukan tanah timbul (akresi). “Gumuk muncul karena ombak laut yang selalu membawa material pasir hingga menumpuk bertahun-tahun. Karena lapisan pasir sangat tebal, pengunjung yang berdiri di atasnya tak merasakan pergerakan pasir,” ungkapnya.

Namun lapisan pasir di atas akan tergerus ombak, ketika arah gelombang laut berubah-ubah. Ketika ditanya untuk didirikan bangunan, Heru tak berani mengatakan bisa, karena posisi gumuk yang labil dan tidak padat, kurang baik untuk pondasi.

Tetapi Heru setuju bila lokasi gumuk sebagai ajang wisata laut, namun harus ada petugas yang selalu mengawasinya terkait keselamatan pengunjung serta pelestarian gumuk tersebut. Karena lokasi gumuk berada di laut dalam. (swi/15) 
Warga Demak

Warga Demak

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.