Breaking News
recent

Warga Karangmelati Gelar Sedekah Bumi

DOA BERSAMA: Sesepuh warga Desa Karangmelati, Kecamatan Kota Demak membawa cangkul sebagai bagian dari acara doa bersama dalam rangka sedekah bumi dan meminta hujan kemarin. 




Sekaligus Meminta Hujan

DEMAK- Ratusan warga di  Desa Karangmelati Kecamatan Kota Demak menggelar tradisi sedekah bumi sekaligus doa bersama meminta turun hujan Senin (1/10) siang.  Warga berkumpul bersama di kediaman Kades M Agus Kartono sembari membawa bekal nasi tumpeng dari rumah masing masing.

“Bekal nasi dan laukpauknya ini dimakan bersama setelah berdoa bersama dengan masyarakat dan sesepuh warga. Tradisi ini sudah berlangsung turun temurun serta kebetulan untuk tahun ini berbarengan musim kemarau panjang,” jelas warga bernama Ahmad kemarin. 

Warga berdoa dengan khusuk dipimpin ulama dan sesepuh masyarakat setempat.  Dalam doa tahlil kepada Allah SWT  dan sholawat ditujukan terhadap Muhamad SAW disisipi permintaan kesejahteraan untuk warga. Mereka sekaligus memanjatkan rasa syukur sehubungan akan dilaksanakannya musim tanam padi. Tak lupa dimintakan juga turun hujan supaya petani mudah bercocok tanam.  Doa warga dipanjatkan kurang lebih 45 menit ditutup dengan makan nasi tumpeng bersama. 

Sementara itu di sela sela warga merasakan nikmatnya nasi tumpeng, sejumlah sesepuh warga bersama kades menjalani tradisi berjalan mengelilingi rumah. Mereka juga membawa serta alat pertanian cangkul juga pecut sebagai perlambang menolak keburukan. Berjalan mengelilingi rumah berlangsung selama tiga kali diakhiri sholawat.

Menurut Kades M Agus  Kartono tradisi semacam ini sudah berlangsung bertahun tahun. Biasanya jatuh pada Bulan Apit dalam penanggalan Islam atau sebulan sebelum peringatan hari raya Kurban. “Pada intinya kami ingin bersyukur kepada Allah SWT. Bagaimanapun juga telah diberikan bumi dan tanah yang subur untuk bercocok tanam petani. Dengan adanya rasa syukur warga harapannya Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, rejeki dan kesejahteraan kepada kami,” ucapnya kemarin.

Dia menambahkan atas sumbangan warga, pelaku usaha dan pemerintah desa, acara Apitan sekaligus dirayakan dengan pagelaran wayang kulit dan ketoprak.  Wayang kulit mengambil lakon “Dewi Sri Boyong” dengan Dalang Ki Masruhan dari Pati. Sedangkan, ketoprak mengambil cerita Rebutan Brojo Luwuk Pusaka Wisnu.

Wayang menceritakan mitos Dewi Sri yang lekat dengan petani sedangkan ketoprak menggambarkan keinginan warga mendapat senjata ampuh mengusir angkara murka dari Desa Karangmelati.  Usai digelar doa bersama cuaca di sekitar desa menjadi teduh dan muncul mendung. (H41/JBSM/15)
Warga Demak

Warga Demak

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.