Breaking News
recent

Ngawur, Bangun Pintu Air Malah Njebol Tanggul

BANJIR : Tanggul dikeruk habis, akibatnya banjir di sawah dan perkampungan (harsem/sukmawijaya)


Sawah dan Perkampungan Kebanjiran

DEMAK- Kontraktor penggarap pembangunan pintu air di Dukuh Weru, Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, terbilang ngawur. Akan membangun pintu klep malah mengeruk semua badan tanggul, akibatnya air sungai justru membanjiri lahan persawahan dan perkampungan.

Semula warga sudah mengingatkan pelaksana proyek pembangunan pintu klep agar tak mengeruk semua badan tanggul sungai Cabean. Karena bulan Nopember curah hujan mulai tinggi, warga khawatir debet air Cabean meningkat, dan air sungai melimpas ke persawahan dan perkampungan yang berada di bawah tanggul.

Kekhawatiran warga terbukti, Kamis (22/11) malam, banjir menggenangi lahan persawahan warga Dukuh Weru seluas 48 hektar. “Sekitar pukul 22.00 sawah kami kebanjiran,” ungkap petani Dukuh Weru, Sudiarto, kemarin. Tanaman padi baru berusia 27 hari telah tergenang, tanaman tersebut rusak, bila dipaksakan tak bisa menghasilkan gabah.

Banjir juga menggenangi wilayah persawahan di Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen. Sekitar 15 hektar lahan sawah yang berbatasan dengan Dukuh Weru tergenang air. “Padahal warga baru memupuk sawah setelah padi berusia dua minggu,” jelas Kepala Desa Sidorejo Sarjono.

Akibat dikeruk fungsi tanggul menjadi hilang, sehingga air sungai Cabean yang menjadi saluran pembuangan dari sungai wilayah Kabupaten Semarang melimpas juga ke wilayah Kabupaten Grobongan. Banjir meluas di Dukuh Kendalsari dan Mlangi yang masih satu desa, yaitu Desa Tajemsari Kecamatan Tegowanu.

Kendati genangan air tak semua membanjiri perkampungan di dua perdukuhan tersebut, namuan sawah warga Desa Tajemsari yang berbatasan langsung dengan Desa Tlogoweru terendam air sedalam 1,5 meter. “Sawah padi seluas 83 hektar milik warga desa tergenang banjir, dan tanaman terancam rusak,” ucap Kades Tajemsari Setyo Budi, kemarin. Lanjutnya, diprediksi warga menderita kerugian hingga Rp 300 juta lebih.

Selanjutnya, dia bersama sepuluh orang perwakilan warga Desa Tajemsari dan Desa Tlogoweru membawa persoalan ini ke Balai Besar Pengawasan Banjir Pamali Juana Semarang. Mereka akan menuntut ganti untung atas kerusakan yang diakibatkan oleh ulah kontraktor penggarap pintu klep saluran afour, dan berharap Balai Besar bisa memfasilitasinya.

Diurug Paksa
Peristiwa banjir di tiga desa itu cukup mengagetkan, saat warga woro-woro bila air sungai Cabean masuk ke persawahan. Beruntung Kades Tajemsari bisa mengendarai alat Bego yang kebetulan masih di parkir di lokasi dekat tanggul. “Pak Setyo segera mengurug paksa tanggul itu dengan alat Bego, sehingga limpasan air tak terlalu parah membanjir sawah dan perkampungan,” tutur Kades Tlogoweru Soetedjo.

Menurut Soetedjo, banjir akibat kesalahan kontraktor penggarap pintu klep, bila semua badan tanggul tak dikeruk habis, kemungkinan banjir tak merambah ke perdesaan. Dia juga meminta kontraktor segera menutup badan tanggul yang hilang dengan urugan tanah setinggi jalan dan jembatan di sebelah tanggul. Sehingga lahan sawah dan kampung tak kebanjiran lagi.

Kontraktor penggarap pintu klep saluran pembungan tersebut berasal dari Jatiwangi, Mojokerto, Jawa Timur. Semula warga sudah meminta proyek pintu klep yang didanai oleh APBN ini dikerjakan pada bulan September 2012, ketika itu curah hujan rendah, sehingga kemungkinan banjir tidak ada. Kanyataannya pelaksanaan proyek malah mendatangkan petaka bagi warga desa.

Sampai berita ini diturunkan, kontraktor pelaksana proyek tak berani berada di lokasi tanggul. Kontraktor tersebut meninggalkan alat Bego di pinggir tanggul. Dan tanggul dalam kondisi terbuka separuh sehingga masih terlihat berbahaya, karena sewaktu-waktu banjir masih bisa mengancam. (swi/tab)
tonitok

tonitok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.