Breaking News
recent

Abrasi Sayung Telan Daratan Ribuan Hektar

Menanam mangrove, sebuah upaya melindungi lahan dari abrasi (HARSEM/SUKMAWIJAYA)

DEMAK-Kerusakan di pesisir pantai utara Kabupaten Demak akibat abrasi, telah menelan kerugian mencapai Rp 400 miliar. Di Kecamatan Sayung, sebanyak 1.374 hektar daratan terkena abrasi dan ditelan luasnya lautan.
Kerusakaan lahan pantai menjarah juga ke lokasi pertambakan dan pemukiman warga. Selain menghilangkan mata pencaharian warga, kondisi lahan di pesisir pantai utara wilayah Kecamatan Sayung sangat memprihatinkan.
“Dari kondisi tersebut kami canangkan penanaman mangrove dalam pelestarian lingkungan pesisir,” ungkap Pemimpin PT Permodalan Nasional (Persero) Cabang Semarang Rahfie Saefulshaaf,  dalam acara bina lingkungan dengan tema ''Bhakti PNM untuk Hijau Negeriku'' di Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung, Jumat (15/2).

Diharapkan program tanam mangrove mampu mengurangi desakan abrasi yang terjadi di wilayah pesisir. Sekaligus tanaman mangrove dapat menambah sumber pendapatan baru, dari buahnya bisa menjadi jajanan yang enak. Apalagi 60 persen dari 1.115 keluarga di wilayah pesisir, menggantungkan hidup sebagai nelayan, kondisi ini juga sangat penting bagi kelangsungan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
PNM menyumbang 5.000 bibit mangroveyang ditanam di pinggir jalan tembus antara Dukuh Norjopasir Desa Timbulsloko dengan Desa Bedono Kecamatan Sayung, karena jalan penghubung tersebut nyaris tergerus oleh abrasi.

Direktur PNM Tri Susilo mengimbuhkan, dari kegiatan ini, pihaknya juga ingin mengajak UMKM tidak hanya fokus pada bisnis saja. Tapi sekaligus sadar lingkungan sehingga bisa menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Demak Muhdiyanto mewakili Bupati Demak HM Dachirin Said mengapresiasi upaya PNM, di Kabupaten Demak memiliki daerah pesisir tersebar di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung.

Di wilayah Kecamatan Sayung sudah delapan desa terkena abrasi. Atau lahan seluas 1.374 hektar sudah tenggelam, sehingga membutuhkan penanaman mangrove sebagai pelindung dari abrasi.

Dan lahan di Desa Timbulsloko rusak akibat abrasi mencapai 235 hektar, sekaligus merusak 151 hektar tanaman mangrove. Masyarakat dulu mengandalkan kehidupan dari tambak, namun sekarang sangat sulit, karena lahan dari pantai sejauh satu kilometer tergerus abrasi.

“Dari garis pantai pesisir Timbul Sloko sudah mundur sejauh satu kilometer, merusak pertambakan warga, sekarang warga beralih profesi sebagai buruh atau sebagian masih mengandalkan profesi nelayan untuk menyambung hidup keluarganya,” ucap Muhdiyanto.
Pemkab juga mengupayakan pembangunan APO (Alat Pemecah Ombak) sepanjang 100 meter, kemungkinan tahun ini juga akan diturunkan pengadaan APO. Diharapkan dari APO akan muncul sedimen, sehingga muncul lahan baru. (swi/tab)
tonitok

tonitok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.