Breaking News
recent

CV Golden Sakana Tak Berproduksi Masih Dituduh Sumber Bau

Pabrik milik CV Golden Sakana masih dalam perbaikan (HARSEM/SUKMAWIJAYA)
DEMAK-Paskapertemuan di Kantor Kecamatan Sayung awal Desember tahun lalu, diputuskan pabrik pengolahan ikan milik CV Golden Sakana tak memproduksi selama sepuluh hari. Belakangan pabrik ini justru tak berpoduksi sampai dua bulan, tapi masih ada sebagian warga mengeluh lagi soal bau. Ada apa?

Akibat muncul bau ikan busuk di wilayah perumahan Pondok Raden Patah tahap I Desa Sriwulan Kecamatan Sayung, warga memprotes pabrik pengolahan ikan milik CV Golden Sakana yang berproduksi di wilayah Desa Purwosari Kecamatan Sayung. Hingga diputuskan pabrik tidak beroperasi selama sepuluh hari.

Belakangan pabrik Golden Sakana milik Thung Hermanto justru tak beroperasi sampai dua bulan. Dia sengaja meliburkan sebagian buruhnya, karena seluruh perangkat IPAL (Instalasi Pengolahan  Air Limbah) sedang diperbaiki.

“Kemarin datang warga, memprotes lagi ada bau, saya bingung padahal pabrik sedang tak produksi, sebenarnya ada apa ini?” tanya Hermanto di hadapan pihak Kantor Lingkungan Hidup Demak, perwakilan Muspika, perwakilan warga, dan wartawan, Rabu (13/2).

Hermanto sengaja mendatangkan instansi tersebut, menyusul lima hari lalu pabriknya kedatangan dua orang yang mengaku dari perwakilan warga setempat, memprotes masih muncul bau menyengat ikan busuk. Hermanto sempat bingung pabriknya sudah lama tak beroperasi, kenapa masih dikatakan menjadi sumber bau. 
Selaku Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Demak, Muhdiyanto menyadari keluhan pemilik pabrik Golden Sakana. Pihaknya menyarankan tetap diupayakan ada sosialisasi yang baik. Dan pelaksanaan mengadaan sarana IPAL segera direalisasi, kendati membutuhkan dana dan waktu.

Dalam dialog tersebut Muhdiyanto juga menghimbau kepada warga, agar tidak adigang adigung adiguna. Dalam hal polusi bau, pihak pabrik selaku investor masih berusaha mengupayakan tak muncul lagi, hingga menyebar ke pemukiman warga.

Selanjutnya dialog disambung dengan menyurvey ke dalam pabrik, beberapa mesin produksi pengolahan ikan ternyata berhenti, karena ruang oven dan sarana IPAL masih dalam perbaikan. Ada beberapa mesin pencacah yang masih beroperasi, pihak pabrik mengatakan untuk menghaluskan bahan dari ikan kering dan pengolahan pupuk.

Kasi Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) KLH Sugiarto menyarankan bak filtrasi yang kecil segera diperbaiki, sehingga akan kuat menangkap bau. Trouble di ruang oven karena ada lubang,  sehingga udara bau ikan busuk bisa keluar dan menyebar ke lingkungan sekitar. (swi/tab)  

tonitok

tonitok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.