Breaking News
recent

Momentum 510 Tahun Kabupaten Demak

SEMANGAT KEBERSAMAAN UNTUK MEMBANGGUN

510 tahun usia Kabupaten Demak, bukanlah usia yang singkat. Dengan kondisi geografis yang sebagian agraris dan laut, merupakan aset potensi tersendiri bagi Kota Wali.

BUPATI Demak HM Dachirin Said menegaskan, selama ini Pemkab selalu mendorong peningkatan pembangunan daerah. Tidak sekadar melihat perkembangan sejarah, tetapi bagaimana memotivasi pembangunan di segala bidang, sehingga masyarakat Demak lebih sejahtera dan mandiri.

“Patut kita syukuri kondusivitas wilayah Demak selalu terjaga, kemitraan antara pemerintah, DPRD, TNI, Polri, jajaran penegak hukum lainnya dan masyarakat, senantiasa dijiwai semangat kebersamaan untuk membangun,” ucapnya.

Dalam persentase laju pertumbuhan ekonomi Demak, pada tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 4,64 persen, dibanding tahun 2011 yang hanya 4,32 persen. Tingkat inflasi juga naik, pada tahun 2011 hanya 3,49 persen, di tahun 2012 naik menjadi 4,41 persen. Kendati laju pembangunan telah membuahkan hasil, Bupati menyadari tidak sedikit persoalan yang perlu mendapat perhatian dan penanganan menuju pencapaian sesuai yang diharapkan.

Bupati juga mengapresiasi peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, pada tahun 2010 sebesar Rp 5,932 triliun, tahun 2011 mengalami peningkat 9,85 persen menjadi Rp 6,517 triliun. Untuk PDRB perkapita atas dasar harga berlaku juga mengalami peningkatan dari tahun 2010 Rp 5,662 juta, pada tahun 2011 naik 9,6 persen menjadi Rp 6,16 juta.

Dari struktur ekonomi dalam kurun waktu 2010-2011, sektor pertanian di Demak masih menjadi penyumbang terbesar terhadap pembentukan PDRB, yaitu mencapai 44 persen setiap tahun. Masyarakat turut berperan mendorong kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD),  tahun 2011 jumlah PAD Demak sebesar Rp 79,1 miliar,  tahun 2012 PAD naik 75,12 persen menjadi Rp 105,3 miliar.

Jalan Hot-mix

Laju pertumbuhan ekonomi juga tak lepas dari upaya perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang terus diupayakan menembus wilayah pedesaan, sekaligus mengantisipasi terisolasinya wilayah. Dari upaya tersebut, hingga tahun 2012 Pemkab berhasil mewujudkan pembangunan jalan beton bertulang sepanjang 227,52 kilometer, jalan hot-mix sepanjang 58,833 kilometer, jalan aspal kondisi baik 45,349 kilometer, serta jalan beton dari program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) sepanjang 5,721 kilometer.


“Pembangunan akan terus dilanjutkan dalam upaya peningkatan perekonomian daerah, karena itu saya meminta masyarakat Demak ikut berperan aktif menjadi mitra pemerintah,” pinta Bupati Dachirin.

Sektor industri, perdagangan, koperasi dan UMKM merupakan salah satu penggerak ekonomi rakyat Demak, melalui penyediaan lahan pekerjaan dan peningkatan pendapatan masyarakat. Pada tahun 2013 Pemkab akan memfokuskan pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM). Melalui Dinperindagkop, Pemkab menjalankan kebijakan good manufacturing, bertujuan meningkatkan daya saing dari produk-produk IKM lokal, diharapkan produk lokal bisa menjangkau pasaran regional, nasional hingga internasional.


Perkembangan koperasi juga mengalami peningkatan dari tahun 2011 hanya 740 koperasi, pada tahun 2012 meningkat 4 persen menjadi 770 koperasi, yang terbagi 603 unit koperasi aktif dan 167 unit koperasi pasif. Atas keberpihakan terhadap sektor koperasi, UMKM dan IKM, Pemkab menerima penghargaan Upakarti dari Presiden RI tahun 2012 dan penghargaan dari Provinsi tahun 2013.

Di bidang pertanian, tahun 2012  mulai dilaksanakan Progran Optimal Lahan, yaitu lahan bekas tambak yang tidak produktif diubah menjadi lahan pertanian, seperti di Desa Tridonorejo Kacamatan Bonang mampu memproduksi gabah 5,5 ton per hektar. 


Dari sektor pertanian yang surplus beras tahun 2012 mencapai 189.513 ton, mampu mencukupi kebutuhan pangan sendiri, bahkan bisa mengontribusikan ke tingkat regional dan nasional. Berbagai upaya mencapai swasembada beras secara berkelanjutan dilakukan oleh Pemkab, di antaranya membuka Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) dengan penerapan teknologi, optimal lahan, system rice of intensification (SRI), uji adaptasi terhadap varietas unggul baru, serta meraih dukungan dari BUMN dan masyarakat berupa Gerakan Peningkatan Produk Padi Berbasis Korporasi (GP3K).

Bidang pariwisata, Demak sudah siap menerima kunjungan wisatawan mancanegara atau domestik sehubungan Progran Visit Jateng 2013 dan Kunjungan Wisata Religi 2014-2015. Dari upaya tersebut Pemkab mentargetkan peningkatan kunjungan wisata ke Demak menjadi 1,6 juta wisatawan, dibanding tahun 2012 hanya 1,2 juta wisatawan.


Makam Sunan Kalijaga

Berbagai wisata religi dan budaya yang ditawarkan, diantaranya Masjid Agung Demak dengan makam-makam para Sultan Demak Bintoro, Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu dengan masakan dan kerajinan khas Kadilangu, Wisata Bahari Pantai Morosari, Pantai Morodemak Bonang, Pantai Wedung, Argowisata dan Kampung Bule (Jambu Lele), Desa Wisata penangkaran Tyto Alba Tlogoweru, serta tempat pengasapan ikan.

Bidang pendidikan, telah mencapai ragam prestasi, dengan menduduki peringkat 29 se Jateng, saat ini masuk peringkat ke-9 di Jateng. Penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun terus difokuskan pada pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh layanan pendidikan yang bermutu dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) tahun 2011 untuk SD/MI mencapai 100,03 persen dan tahun 2012 naik menjadi 100,13 persen.

Pada SMP/MTs APK tahun 2011 mencapai APK 79,38 persen, tahun 2012 meningkat jadi 79,40 persen. Untuk APK pada SMA/SMK/MA tahun 2011 mencapai 46,78 persen dan tahun 2012 mencapai 46,80 persen.

Bidang kesehatan, kondisi derajat kesehatan dilihat dari usia harapan hidup mengalami peningkatan dari tahun 2011 mencapai 71,24 persen, tahun 2012 meningkat menjadi 72,06 persen, angka kematian bayi menurun, tahun 2011 yaitu 6,6 per 1.000 jiwa, menurun menjadi 5,6 per 1.000 jiwa di tahun 2012. Penurunan juga terjadi pada angka kematian ibu melahirkan dari 121,89 persen per 100.000 ibu (2011) menjadi 80,20 per 100.000 ibu (2012).


Dampak positif ini merupakan upaya pembangunan kesehatan hingga ke pelosok desa, melalui pengembangan kualitas layanan di Puskesmas serta meningkatkan fungsi Pondok Bersalin Desa (Polindes) menjadi Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) yang sekarang berjumlah 196 unit tersebar di 14 kecamatan.

Berkait tenaga kerja, tahun 2012 telah tercatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 73,19 persen, mengalami peningkatan dibanding tahun 2011 hanya 79,59 persen. Sementara tingkat pengangguran mengalami penurunan dari tahun 2011 tercatat 5,49 persen menjadi 5,28 persen pada tahun 2012.

Untuk peningkatan tenaga kerja dan pengurangan angka pengangguran, Pemkab telah melaksanakan program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja melalui pendidikan dan keterampilan  bagi pencari kerja berbasis kompetensi, serta program peningkatan kesempatan kerja melalui kegiatan pengembangan kelembagaan produktivitas dan pelatihan kewirausahaan atau padat karya produktisf dan infrastruktur. (adv)
Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.