Breaking News
recent

Banjir Meluas, Ribuan Rumah dan Sawah Tenggelam

Proses evakuasi pengungsi menempuh medan yang berbahaya, perahu Tim SAR harus ditarik tambang menghindari derasnya arus banjir (Harsem/Sukma Wijaya)


Ketinggian banjir di wilayah Kecamatan Mijen mulai meningkat. Semula warga yang merasa aman tinggal dirumahnya, kini mulai gelisah dan was-was serta minta tolong Tim SAR untuk dievakuasi.

DEMAK- Warga Desa Jleper Kecamatan Mijen bertambah panik ketika ketinggian banjir terus meningkat mulai Kamis (11/4) kemarin. Warga  mengira banjir akan cepat surut, sehingga tetap bertahan di rumah masing-masing.  Pintu rumah warga banyak yang jebol, dihantam derasnya air.

Ahmad Husni (45) warga RT 01 RW 02 Desa Jleper sempat menggunakan ban dalam truk untuk mengevakuasi keluarganya, pindah  dekat  lokasi pengungsian warga. “Saya ikat anak saya dengan tali dan ban, saya mencoba melawan arus sambil membawa tali,” ucapnya. Husni nekat mengarungi arus banjir, karena banjir akan masuk ke lantai dua rumahnya.

Tim SAR  ketika proses evakuasi korban banjir menempuh rintangan yang berbahaya. Tim mengendarai perahu karet bersama empat pengungsi, sebagian petugas berenang sambil membawa tali untuk mengantisipasi perahu hanyut oleh arus banjir.

Hampir saja perahu hanyut ikut arus, beruntung tim lain yang berada di darat  segera melempar tali untuk menarik perahu agar tak hanyut.  “Alhamdulilah kami bisa sampai lokasi lebih tinggi,” ucap Darmawan (36) warga Desa Jleper Kecamatan Mijen.

Pengungsi lain, Solekah (30) serta M Fahri Alfal, mengaku tak tega melihat ibunya mulai sakit dan demam, apalagi anaknya yang baru berusia 15 hari, dia mulai khawatir dan meminta bantuan Tim SAR.

Terparah
Dari sebagian desa di Kecamatan Mijen yang terkena banjir bandang, terparah terjadi di Desa Mijen, akibat titik tanggul yang jebol berada di Dukuh Bengkal Desa Mijen, akibatnya air sungai Wulan tumpah masuk ke pemukiman dan menerjang  rumah warga.

Banjir juga menggenangi desa sekitar wilayah Kecamatan Mijen, yaitu Desa Pecuk, Desa Jleper, Ngelo Kulon dan Pasir. Banjir terus meluncur menuju wilayah Kecamatan Wedung meliputi Desa Jetak, Bungo, Berahan Kulon, dan Tedunan, sebagian  melintas ke Desa Kedungkarang serta Kedungmutih.

Bahkan warga Desa Jetak Kecamatan Wedung sempat membuka pintu-pintu bendungan irigasi untuk membuang debit banjir. “Kalau tak dibuang banjir semakin meluber ke wilayah desa,” kata Muh Yasin (46) warga Desa Jetak, kemarin.

Terpisah, Kepala Bidnag Rehabilitas dan Rekontruksi BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Demak, Dwi Aryanto mengatakan, dari data BPBD banjir telah merendam sedikitnya 3.500 rumah milik warga Kecamatan Mijen, ditambah  1.344 rumah warga Desa Jleper.

Ribuan hektar persawahan warga juga terendam, meliputi Desa Jleper 487 hektar, Desa Ngelo Kulon 630 hektar, Mijen 101 hektar, Desa Ngegot 141 hektar, dan Desa Pasir 300 hektar sawah milik warga juga tenggelam. (swi/hst)  
Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.