Breaking News
recent

Jalan Pantura Demak-Jepara Lumpuh

Banjir bandang di Kecamatan Mijen mengakibatkan jalur pantura Demak-Jepara lumpuh. Banjir juga menggenangi beberapa desa di Kecamatan Wedung.

DEMAK-  Banjir bah datang secara tiba-tiba sejak Selasa (9/4) malam, ribuan pemukiman padat penduduk  tersapu oleh arus banjir yang deras. Semula  banjir datang setinggi 50 cm hanya berselang hitungan menit sudah mencapai 1 sampai 1,5 meter.
Tidak ada tanda  sebelum kejadian, sehingga  warga tidak bisa menyelamatkan harta bendanya yang berharga. Mereka hanya bisa menyelamatkan diri bersama anggota keluarga, mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi.

Tim SAR terpadu datang untuk mengevakuasi warga, memindahkan para pengungsi ke lokasi sebelah selatan jembatan sungai Wulan. Beruntung lampu penerangan masih menyala, sehingga memudahkan proses evakuasi malam hari.

"Terakhir pagi tadi, Rabu 10/4, seluruh warga sudah dievakuasi oleh petugas," ucap Muzaeri (50), dia bersama warga laki-laki yang lain berusaha membantu Tim SAR saat mengevakuasi penduduk.

Kendati banjir tidak menyebabkan korban jiwa, namun kedalaman air hingga 2 meter telah merendam ribuan pemukiman, jalur akses utama, persawahan, pertambakan dan usaha perternakan milik warga,  dengan nilai kerugian mencapai miliaran rupiah.

Kondisi banjir terparah di Kecamatan Mijen, meliputi desa Mijen, Pecuk, Jleper, Ngelo Kulon, dan Pasir. Ribuan hektar sawah padi dan bawang merah terancam puso, karena terendam. Arus banjir juga menuju di Kecamatan Wedung, yaitu diwilayah Desa Jetak, Bungo, Berahan Kulon, Tedunan, Kedung Karang, dan Kedung Mutih.

Ketua RW 07 Dukuh Bengkal Desa Mijen, Motrizal mengaku, banjir ini pertama kali terjadi di Desa Mijen. Dirinya sempat kaget saat banjir datang, hingga tak mau dievakuasi karena sedang menyelamatkan surat-surat penting milik keluarganya untuk dinaikan ke lantai dua rumahnya.

Motrizal yang juga Wakapolsek Wonosalam dan ketua RW harus memperhatikan kondisi warganya. “Apalagi siang ini banjir masih setinggi dada orang dewasa,” ucapnya.

Menurut petugas PSDA Seluna (Serang Lusi Juana) Kudus, Yanu Iswanto, banjir masuk ke pemukiman dan persawahan akibat tanggul sungai Wulan wilayah Dukuh Bengkal Desa/Kecamatan Mijen, jebol. Awalnya tanggul jebol sebatas 15 meter, sekarang sudah melebar menjadi 50 meter karena debet air semakin meninggi.
    
“Tingginya gelontoran air dari wilayah hulu menyebabkan debet air sungai Wulan meningkat, hingga mengakibatkan  tanggul jebol,” jelasnya. Debet air sungai Wulan tinggi karena gelontoran air mencapai 940 meterkubik per-detik selama 33 jam, sejak pukul 13.00 Selasa (9/4), dan sekitar pukul 06.00 Rabu (10/4) debet air sudah mencapai 990 meterkubik per-detik.
   
“Peristiwa banjir di Mijen memang  cepat,” ucap Pasiops Kodim 0716 Demak AKP Arh Jayadi setelah mendampingi Komandan Kodim 0716 Demak Letkol Arm Ruly Chandrayadi meninjau lokasi banjir. 
Derasnya arus banjir sempat menghayutkan seorang anggota TNI yaitu Serda Abdul Hadi ketika mencoba menyelamatkan warga yang terbawa oleh arus banjir. Beruntung keduanya selamat dengan bergelantungan di atas pohon mangga, hingga dievakuasi oleh Tim SAR. (swi/hst)
Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.