Breaking News
recent

Perbaikan Tanggul Jebol, Menunggu Banjir Surut

PSDA Propinsi Jateng telah mempersiapkan alat berat untuk upaya darurat dan perbaikan tanggul jebol di sungai Wulan.(Harsem/Sukma Wijaya)



DEMAK- Perbaikan tanggul yang jebol menunggu surutnya debit air sungai Wulan.  Karena sungai wulan merupakan saluran sungai pembuangan dari beberapa bendungan,  sehingga memakan waktu minimal seminggu.

Sungai Wulan merupakan saluran sungai pembuangan dari beberpa bendungan yang berada di jalur sungai Serang, Lusi dan Juana (Seluna) dan mengalir menjadi satu menuju sungai Wulan. Tiga bendungan, yaitu Bendung Dumpil yang mengalir di sungai Lusi, Pintu Bendung Wilalung dari sungai Juana, dan Bendung Klambu yang merupakan saluran dari Waduk Kedung Ombo, adalah bendungan untuk mengontrol lalu lintas air dari sungai yang berdebit air tinggi.

Melihat kondisi tersebut,  Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana menempatan status tertinggi debit air yang harus ditampung oleh sungai Wulan maksimal 8.000 meterkubik per-detik. Namun kondisi yang terjadi justru sudah melebihi batas. Sejak  Selasa (9/4)  debit air sungai Wulan sudah mencapai 9.400 meterkubik per-detik, sehingga mengakibatkan tanggul jebol di Bengkal Desa. Bahkan hingga Rabu (10/4),  sudah mencapai 9.900 meterkubik per-detik.

Kepala PSDA Propinsi Jateng Prasetyo Budiono melalui Kepala Bidang Penanggulangan Banjir dan Peralatan, Gunawan Slamet Widodo menjelaskan, sebelum tanggul jebol, kondisi kaki tanggul sudah rusak , saat menerima gelontoran air yang melebihi batas, tanggul tersebut longsor dan jebol, hingga menimbulkan banjir bandang.

“Kondisi tanggul sudah rawan sebelum jebol, dengan kaki tanggul kritis, kami sudah  mengupayakan membendung dengan send bag, ternyata tak mampu menahan debit air sungai,” jelasnya, kemarin.

Gunawan menambahkan, untuk memperbaiki tanggul pihaknya masih menunggu surutnya debit air sungai Wulan, rencananya perbaikan tanggul akan menggunakan kontruksi trucuk bambu, sesek bambu, dan send bag. Serta diperkuat dengan urugan tanah yang didatangkan dari tempat lain.

Secara detail tanggul kritis cukup banyak, paling rawan terdapat di Desa Mijen dan Desa Pasir Kecamatan Mijen.
    
Terkait  surutnya debit air sungai Wulan, Gunawan tak berani memastikan kapan. Sebab sungai Wulan merupakan saluran pembuangan sungai yang sangat besar, bahkan debit air dari Bendung Dumpil sudah melebihi batas maksimal kubikasi.  Pihaknya hanya bisa memastikan kemungkinan sekitar 7 hari debit air bisa surut. Itupun bila  tidak terjadi hujan terus-menerus. (swi/hst) 
Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.