Breaking News
recent

Bantuan Air Bersih Nyaris Ditolak Warga


Warga Desa Karangrejo Kecamatan Bonang, mengantri  droping air bersih, kemarin. (harsem/sukmawijaya)
DEMAK- Droping air yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) nyaris ditolak warga, pasalnya jadwal pengiriman air dianggap terlambat

Pemkab giat memberikan bantuan ketersediaan air bersih, dan harus disesuaikan dengan anggaran APBD, terkadang jadwal pengiriman air kerap terlambat, atau datangnya tidak tepat saat kebutuhan air bersih bagi warga memuncak.

Seperti yang terjadi di Desa Karangrejo Kecamatan Bonang, droping air disana justru pada saat yang tidak dinantikan, warga cenderung kurang antusias. “Kalau datangnya bantuan air sebulan lalu, pasti warga akan berebut, karena saat itu sumber air bersih dalam kondisi kosong,” ungkap Fajri (43) warga Dukuh Klitih Desa Karangrejo, kemarin.

Sebulan lalu kondisi sumur warga yang terasa asin hampir habis, dan tower air dari program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) sulit memproduksi air bersih akibat kerusakan teknis, sehingga pasokan air yang dialirkan melalui jaringan pipa ke rumah-rumah warga tidak ada.  

Karena sumber baku air di desa habis, warga sangat kesulitan mencari air bersih untuk kebutuhan hidup. Sebagian justru membeli air dalam jerigen dengan harga cukup mahal, Rp 2.000 per-jerigen (20 liter).
Terpisah Sekdes Karangrejo, H Imam Nur Hamid membenarkan kondisi itu, semula pihaknya memang meminta bantuan droping air sebulan lalu, namun turunnya bantuan terlambat, justru turun setelah sumber air bersih kembali berlimpah.

“Setelah 5 truk tangki air bersih datang, kami sempat kebingungan akan di drop kemana, selanjutnya diputuskan droping air tetap dibagikan ke lima perdukuhan di Desa Karangrejo,” ucapnya. Sebagian di kirim ke mushola, dan warga lain yang membutuhkan.

Kasi Kesiapsiagaan BPBD Demak Sardi Teong menyatakan, pihaknya hanya bertugas mengirim air, bila pihak desa tak berkenan dengan bantuan ini, kapala desa setempat bisa memberikan pernyataan yang selanjutnya akan dilaporkan ke pimpinan.

Setelah menunggu berjam-jam, kelima truk tangki air bersih akhirnya dibagikan di Dukuh Gayang, Gagata, Klitih, Pulorejo dan Dukuh Pidodo. Sebagian warga yang mau menginginkan air itu, bisa mengambil air dengan alat jerigen atau ember.

Warga Dukuh Gayang, Munasiroh (55) menerima baik bantuan itu, dia menyempatkan membawa beberapa ember dan jerigen untuk mengangkut air. Menurutnya setelah Pamsimas masuk Desa Karangrejo, banyak warga memanfaatkan sumber air dari tower itu.

“Lebih dari dua tahun saya memakai Pamsimas, biayanya murah hanya Rp 2.000 per 50 meterkubik,” ungkapnya. (swi/hst)
Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.