Breaking News
recent

Dinperindag Cek Indikasi Oplosan Pertamax-Bensin

Seorang petugas SPBU mengisi bejana ukur dengan pertamax untuk bahan pengecekan. HARSEM/SUKMAWIJAYA
DEMAK-Antisipasi kecurangan dalam penjualan bahan bakar minyak (BBM), Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Dinperindag) melakukan pengukuran ulang mesin SPBU. Petugas sekaligus mengecek kualitas pertamax untuk mengetahui hasil oplosan bensin-pertamax.

Menjelang kepadatan arus mudik, dimungkinkan mengalami peningkatan pembelian BBM di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah pantura. Bertolak hal ini Dinperindag segera melakukan pengukuran ulang mesin pompa BBM yang ada.

Pengukuran ulang takaran nozzle BBM ini untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan yang dilakukan pihak SPBU kepada konsumen. Pengukuran menggunakan alat bejana ukur bervolume 20 liter, setiap nozzle mesin SPBU diwajibkan mengisi ulang bejana ini untuk diukur akurasi liter BBM yang dikeluarkan dan nilai dilayar digital mesin SPBU.

“Secara tidak langsung pengukuran ulang ini bisa melindungi para pemudik, ketika membeli BBM,” kata Kasi Pengawasan Kemetrologian Dinperindag Jateng, Priyo Jadmiko didampingi Sulistiyo, saat di SPBU 44.59515 Desa Botorejo Kecamatan Wonosalam, Rabu (17/7).

Dalam pengukuran ulang ini, pihaknya sengaja melibatkan Dinperindagkop Demak. Secara periodik uji ukur ulang dilakukan di semua SPBU yang menjadi jalur mudik meliputi wilayah Kecamatan Sayung, Demak, Wonosalam, Gajah, Karanganyar, Sayung, Mranggen dan Karangawen.

Di Demak terdapat 17 stasiun pom bensin, meliputi dua stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) dan 15 SPBU. “Ukur ulang ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan SPBU dalam melayani masyarakat,” ucap Kasi Metrologi dan Perlindungan Konsumen Dinperindagkop UMKM Demak Muhamad Ribath.

Dalam pengukuran ulang takaran BBM dengan bejana ukur bervolume 20 liter, terdapat toleransi kekurangan sampai 100 ml, namun untuk SPBU Pertamina "Pasti Pas" batas maksimal kekurangan yang diperbolehkan 60 ml dari 20 liter BBM.

Dari hasil ukur ulang di SPBU di wilayah Demak, takaran BBM dari nozzle bisa pas kendati terdapat kekurangan sedikit, tidak menjadi masalah karena masih dalam batas toleransi berdasarkan UU Metrologi. Setelah dilakukan ukur ulang, pengusaha SPBU tak melakukan kecurangan dengan merubah kecepatan takar BBM yang keluar melalui nozzle.

Selain pengukuran ulang, pihaknya juga mengecek kualitas BBM pertamax, hal ini untuk membuktikan isu-isu yang beredar di masyarakat ada upaya curang dari SPBU yang mengoplos bensin dengan pertamax, namun dijual harga pertamax. 

Sementara Pengawas SPBU Botorejo Budi Wiyono mengatakan, pihaknya selalu  menjaga akurasi nozzle mesin SPBU, mereka juga tak ingin pelanggan kapok untuk membeli BBM di tempatnya.

“Setiap hari bensin premium selalu dikirim 8.000 liter, pertamax sebulan sekali 5.000 liter, biosolar 16-24 ribu liter. Dan solar dex hanya menerima stok 8.000 liter perbulan,” jelas Budi.  SPBU Botorejo terdapat 14 nozzle yang setiap hari selalu dicek akurasinya. (swi/hst)
Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.