Breaking News
recent

Gempol Pleret, Bisa Mendinginkan Suhu Tubuh

TEMAN BUKA : Minuan tradsional Gempol Pleret cukup diminati untuk saat berbuka puasa. HARSEM/SUKMAWIJAYA
DEMAK-Minuman tradisional Gempol Pleret mampu mendinginkan suhu tubuh. Minuman sehat ini bisa  menjadi teman, saat berbuka puasa.

Sudah menjadi gejala kimiawi, ketika tubuh menahan makan dan minum, akan meningkatkan suhu badan. Kadang saat berbuka, dibingungkan harus minum sesuatu yang dingin, salah-salah sembarangan minum es, justru berakibat pada sakit flu atau batuk-batuk.

Kemungkinan solusi tersebut, bisa mencoba minuman tradisional Gempol Pleret, semacam minuman dari tepung beras dan gula Gempol. Minuman hanya seharga Rp 3.000 perbungkus ini, mampu menurunkan suhu badan yang terasa panas sehabis menjalankan ibadah puasa seharian.

Di wilayah Demak, minuman khas Jepara ini hampir jarang di jumpai. Namun saat bulan Ramadan, bisa mencarinya diseputar alun-alun Demak. Tepatnya, di depan gedung rumah tahanan Demak, sebuah PKL Gempol Pleret milik Sukarsih (48) warga RT 04 RW 02 kampung Sitinggil Kelurahan Bintoro Kecamatan Demak, di gelar sejak pukul 15.30.

Seperti Aminah (23) warga Kelurahan Mangunjiwan, dia kerap membeli Gempol Pleret untuk berbuka puasa, menurutnya setelah meminum gempol pleret perutnya terasa dingin.

“Mungkin karena transisi pola makan, kadang perut terasa sebah dan sedikit panas setelah berbuka, tapi setelah mencoba minuman Gempol Pleret, perut terasa dingin dan plong,” akunya. Setelah itu, menjelang berbuka puasa dia sering membeli Gempol Pleret.  

Sepintas minuman Gempol Pleret sangat sederhana, hanya dilengkapi dengan bahan beras, tepung beras, garam, dan gula gempol yang halus. Manurut Sukarsih, membuat Gempol tidak semudah yang difikir, seseorang harus sabar ketika mengadon bahan gempol, sehingga rasanya menjadi sedikit asin.

Setelah gempol jadi, selanjutnya membuat bahan yang disebut Pleret. Pleret terbagi dengan warna putih dan merah, untuk merah bisa dicampur dengan pewarna makanan. Sehingga menjadi perpaduan rasa manis dan asin.

Untuk membuat gempol dan pleret dia hanya membutuhkan bahan-bahan terseut sampai 2 kilogram. Dengan produksi sampai 4 jam, dia mampu menghasilkan gempol pleret menjadi 70 bungkus.

Perempuan paroh baya ini, mengaku menjual es Gempol Pleret ini sejak 4 tahun silam, semula dirinya yang asli dari Jepara ini, sempat kebingungan hidup menumpang anak dan menantunya di Demak. seterusnya dia mencoba menjual es Gempol Pleret dan hasilnya cukup lumayan untuk embantu anak-cucunya.

“kalau hari biasa saya jualan di saping klenteng, tapi di bulan Ramadan ini saya mencoba mremo jualan di depan gedung rutan Demak,” akunya. (swi)
Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.