Breaking News
recent

Hidari Kedelai, Petani Demak Tanam Kacang Hijau

Demak-Dikarenakan komoditas kedelai lokal tak menjanjikan, banyak petani Demak beralih menanam kacang hijau yang nilai jual panenannya cukup tinggi.

Bagi Sugeng (55) petani asala Kampung Genggongan Kelurahan Bintoro Kecamatan Demak, dia lebih memilih menanam kacang hijau ketimbang kedelai. Sudah hampir sewindu nilai jual kedelai lokal hancur dengan kedelai impor, sehingga lelaki ini lebih memilih tanam komoditas lain.

Di sawahnya seluas 1 bahu (0,8 hektar) terbilang sawah tadah hujan, dia tak mau beresiko menanam komoditas yang harga jualnya fluktuatif oleh pola pasar yang tak jelas. Terbukti, pada musim tanam palawija dia lebih memilih tanam komoditas kacag hijau.  

“Namun masa tanam kacang hijau pada tahun ini, terbilang kurang bagus akibat musim kemarau yang pendek,” katanya. Kemarin, setelah tabur benih malah turun hujan, sehingga sebagian kecambah mati.

Rusaknya sebagian kecambah berakibat pada menurunnya produkstifitas panen tahun ini, biasanya dalam 1 bahu dia berhasil memanen kacang hijau mencapai 8 kwintal, sekarang hanya memanen 3 kwintal saja.

Kondisi iklim ini berakibat pada nilai jual kacang hijau, empat hari lalu harga kacang hijau mencapai Rp 14 ribu per-kg sekarang naik menjadi Rp 16 ribu per-kg.

Terpisah petani asal Desa Karangrejo Kecamatan Bonang, M Tohir (45) membenarkan kondisi musim tersebut. Petani bermaksud tanam kacang hijau untuk menghindari tanam kedelai karena nilai jual panenannya buruk, malah musim tanam kacang hijau memburuk akibat musim kemaru pendek.

Hal senada disampaikan petani asal Desa Pilangrejo Kecamatan Wonosalam, Abdul Rohim (40).  Menurut Rohim panenan kacang hijau tahun ini menurun kendati harga jualnya sudah melangit. “Tanaman kacang hijau rusak akibat saat masa tabur benih ada hujan,” katanya.

Ditanya tanam kedelai, dia menyampaikan hal serupa dengan petani lain, dia tak akan menanam kedelai lokal selama sistem pasar nasional membiarkan kedelai impor masuk. Bila ada petani yang masih menanam kedelai lokal, Rohim menyebutnya petani itu mau bunuh diri, karena hasil penjualan produknya tak akan mampu menutupi biaya produksi. (swi/hst)
Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.