Breaking News
recent

Lembaga Adat Giatkan Tradisi Buka Makam Kalijaga

Setelah terbentuk, pengurus Lembaga Adat Kadilangu (LAK) mulai menggiatkan tradisi  buka makam tiap  Jumat. (HARSEM/SUKMAWIJAYA)
Demak-Setelah terbentuk, Lembaga Adat Kadilangu (LAK) mulai menggiatkan tradisi dan budaya di Kadilangu. Seperti Jumat kemarin, menggiatkan adat ‘Buka Makam’.

Sekitar pukul 08.00 puluhan cucu Sunan Kalijaga tampak khusuk membaca doa tahlil, mereka duduk bersila di depan pintu masuk cungkup Makam Sunan Kalijaga di Kelurahan Kadilangu Kecamatan Demak.
    
Setelah bait-bait doa terucap, terlihat Ketua Juru Kunci Makam Sunan Kalijaga, R Prayitno Prawiro Kusumo berjalan jongkok menuju pintu cungkup. Sebelum membuka kunci pintu, dia harus melakukan sungkeman dengan menempelkan kedua telapak tangan dan menunduk hormat. Selanjutnya, Prayitno masuk ke ruang cungkup yang diikuti oleh para ahli waris dan warga sekitar.

Kegiatan buka makam merupakan adat Kadilangu yang mengadopsi budaya Jawa dan Islam. “Adat dan ajaran agama Islam menyatu kental, kegiatan ini sebagai bentuk anjuran bagi ahli waris diminta berziarah ke makam leluhur, selanjutnya bisa diikuti masyarakat lain,” jelas Sekretaris LAK, R Agus Supriyanto, kemarin.
Hal ini sudah menjadi tradisi keluarga ahli waris, sekaligus ajaran agama untuk berziarah ke makam. Istilah adat ini akrab disebut 'buka makam'. Buka makam hanya dilakukan pada hari tertentu, yaitu  Jumat Pon, Jumat Pahing, dan Jumat Kliwon.

Selain itu, buka makam juga dilakukan selama dua hari pada hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha, selain hari-hari itu kondisi cungkup makam tertutup. Dan tidak diperkenankan makam di buka di luar jadwal tersebut, karena hal itu disebut melanggar adat.
     
Wakil Ketua LAK, R Krisnaidi menambahkan, seharusnya adat buka makam Jumat (6/9) kemarin, dipimpin oleh Panembahan Kadilangu H R Rachmad. “Namun beliau berhalangan, sehingga adat buka makam dipimpin oleh Pak Prayit yang sekaligus Ketua LAK,” ungkapnya.

Buka makam di mulai pada pukul 08.00-12.00, pintu ditutup kembali untuk menunaikan ibadah shalat Jumatan, setalah Jumatan makam di buka sampai pukul 17.00.  Dalam adat yang masuk pertama di makam adalah ahli waris yang tergabung dalam masyarakat adat Kadilangu, seterusnya diikuti warga masyarakat.
    
Krisnaidi mengaku terinspirasi dengan kepemimpinan Rachmad saat menjabat pemangku adat Kadilangu sebelumnya, banyak digiatkan adat Kadilangu yang berunsur keagamaan, seperti pengajian dan tausiah setiap malam Jumat Kliwon, namun belakangan sekitar 10 tahun ini adat-adat itu sudah dihilangkan.
    
Setelah terbentuk lembaga adat, pihaknya akan menghidupkan lagi pengajian di kantor pemangku adat yang biasa dilaksanakan setiap malam jumat kliwon. Dan sejumlah adat lain yang berunsur dari syariat islam. (swi/hst)
Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.