Breaking News
recent

Pemkab Demak Serius Tata PKL

Tenda PKL mulai diseragamkan. (harsem/sukmawijaya)
Jadi Kawasan Representatif

Demak-Menyusul bantuan dari Dinperindagkop UMKM untuk penataan PKL, sejumlah pedagang berharap Pemkab membuat kawasan PKL yang representatif.

Dinperindagkop telah memberikan bantuan kepada pedagang 100 PKL wilayah Kecamatan Demak Kota, yakni PKL dikawasan Desa Katonsari dan Kelurahan Kadilangu, berupa 50 unit gerobag dagang, 100 unit tenda PKL, 50 unit cool box, serta 30 unit tenda dari bantuan kementerian koperasi.
   
Bantuan yang bertujuan untuk pembinaan PKL ini, diharapkan keberadaan PKL menjadi lebih tertata, apalagi PKL di jalur lambat Katonsari merupakan wajah kota, demikian juga PKL di Kadilangu yang merupakan pusat wisata religius di Demak.
   
Menurut Kepala Diperindagkop UMKM Demak, Eko Pringgolaksito, pemerintah pusat berencana menata PKL di seluruh Indonesia. Sementara bantuan dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi diserahkan untuk PKL di Demak dan PKL Kabupaten Kebumen.

“Penataan PKL bukan merupakan legalitas dari PKL, namun upaya dari Dinperindagkop karena selama ini tidak ada dinas/instansi pemerintah yang sudi menata PKL,” ucapnya dalam penyerahan simbolis bantuan PKL, kemarin.

Di Katonsari, PKL telah membentuk paguyuban bernama ‘Adem Ayem’ bisa disebut PKL Adem Ayem, selanjutnya di Kadilangu juga sudah membuat paguyuban dan perkumpulan koperasi bernama PKL ‘Roda As’. 

Sebelum penataan ini, Dinperindagkop telah menjalin pertemuan dengan para PKL yang dihadiri Dindikpora, Bappeda, Kantor Lingkungan Hidup, Satpol PP dan lembaga pendidikan/instansi yang dekat dengan kawasan PKL.
    
Dalam pertemuan mengerucut pada penataan PKL yang bersih dengan sistem pembuangan sampah yang terorganisir dan penataan parkir yang baik. Disinggung juga  pembuatan taman di depan gerbang sekolah atau instansi dengan panjang kanan-kiri 3 meter sehingga wajah kantor tidak tertutup oleh keberadaan PKL.
Kawasan jalur lambat di Desa Katonsari yang merupakan wajah kota, tidak semua lahan akan didirikan bangunan PKL, nantinya akan ada pavingisasi untuk lahan parkir. Karena terdata 110 PKL di Katonsari, Dinperindagkop meminta penjadwalan berdagang bagi PKL karena PKL di Katonsari akan buka dari pagi sampai malam.

Setelah penataan tersebut, Dinperindagkop akan melakukan evaluasi tiap tahun, bila upaya ini berpotensi akan diusulkan pada bantuan berikutnya.

Terpisah, pemilik bengkel tamban ban, Mardi (55) mengaku senang adanya penataan di PKL Katonsari. Warga Desa Katonsari ini mengaku sudah 15 tahun lebih membuka usaha tambal ban, sekaligus pernah di gusur ketika ada penataan. “Bila ada penataan kalau bisa juga meresmikan, kami akan merasa aman saat berdagang,’ ucapnya polos.  

 Ungkapan senada disampaikan Sulastri (40) warga Desa Katonsari. Pedagang warung makan ini berharap penataan PKL bisa nyaman disediakan juga tenaga listrik dan  air bersih. “Pada dasarnya kami bisa menjaga kebersihan,” akunya. (swi/hst)
Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.