Breaking News
recent

Ricuh, Demo Pekerja PT DDST

HARSEM/SUKMAWIJAYA
Hari kedua ribuan pekerja PT DDST kembali melakukan aksi mogok kerja.
Gaji Pokok yang Tertunda Dibayarkan

Hari kedua, ribuan pekerja PT Delta Dunia Sandang Textil (DDST) kembali melakukan aksi mogok kerja. Mereka  menuntut gaji pokok bulan lalu yang belum dibayarkan

DEMAK- Ribuan karyawan pabrik pemintalan benang ini meminta pihak managemen bisa memenuhi tuntutan pada demo sebelumnya, yaitu standar gaji sesuai UMK, tunjangan, dan segera memberlakukan jamsotek kepada semua karyawan.

Demo hari kedua pun pihak managemen belum bisa memenuhi permintaan karyawan, jam kerja masih diberlakukan biasa selama 7 hari. “Dengan waktu istirahat setengah jam seakan-akan  pekerja diperas seperti jaman penjajahan Belanda,” ungkap seorang karyawan, Nita.

Para  pekerja kembali menutup pintu masuk pabrik Rabu (4/9),  sambil mendengarkan orasi beberapa pekerja lain. Kendati banyak yang berteriak memaki perusahaan, namun sebagian pekerja enggan di wawancarai  wartawan, dengan alasan takut di PHK.

Kabag Ops Kompol Joni Susilo bersama personel polres, Camat Sayung Arief Sudaryanto, Komandan Koramil Sayung Kapt Arh Sukartiyo, dan kapolsek Sayung AKP Bambang S,  turut mengamankan situasi, sekaligus menjembatani perwakilan karyawan untuk bernegosiasi dengan pihak perusahaan.

Setelah menempuh negosiasi secara tertutup, perwakilan karyawan PT DDST, Sukma Tirtamas keluar dan menyampaikan hasil kesepakatan sementara dengan pihak perusahaan. “Perusahaan akan membayarkan kekurangan gaji pokok karyawan dari tanggal 7-11 September 2013 sesuai dengan tingkat jabatan, dan akan dibayarkan melalui transfer ke rekening ATM karyawan pada 10 September 2013,” ungkap Sukma, kemarin.

Kendati demikian, sebagian pekerja belum puas dengan surat pernyataan bermatere yang ditandatangani oleh Factory Manager Megawati dan Ass Manager Yohanes Hendrawan dengan saksi Accounting Alvin serta Personalia Eko Wahyu Prasetyo.

Sementara, kata Sahdullah dari bidang produksi MC WDG, masalah jaminan keselamatan kerja dan lainnya tidak masuk dalam keputusan perusahaan. Secara sepihak perusahaan masih mementingkan keuntungan sendiri tanpa memperhatikan kondisi kesejahteraan karyawan.

Terpisah sejumlah pejabat PT DDST tidak mau dikonfirmasi, mereka cenderung tutup mulut, sebagian memandang persoalan demo hanya hal sepele, karena kemauan dari segelintir pekerja saja. (swi/hst)
Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.