Breaking News
recent

Sepuluh Perlintasan KA di Demak Tanpa Palang Pintu

Perlintasan KA di Desa Brumbung Kecamatan Mranggen, diminta dibuatkan palang pintu otomatis. HARSEM/SUKMAWIJAYA
Sedikitnya terdapat 10 perlintasan KA yang berada di Kabupaten Demak, meliputi kawasan Kecamatan Mranggen dan Karangawen. Dan sebagian perlintasan tersebut tanpa dilengkapi palang pintu.

DEMAK- Menyusul Kepala Stasiun KA Brumbung  dari PT KAI tidak hadir dalam rakor persiapan arus mudik, Ketua Komisi C DPRD Demak S Fahrudin Bisri Slamet meminta PT KAI bisa merespon persoalan double track dan perlintasan tanpa palang pintu.

Selaku pimpinan rakor persiapan arus mudik, Slamet sangat kecewa PT KAI tidak hadir dalam rapat koordinasi persiapan arus mudik. Karena banyak persoalan arus mudik yang bersentuhan dengan perlintasan kereta api (KA) yang butuh perhatian serius.

Menurut Slamet, sedikitnya terdapat 10 perlintasan KA yang berada di Kabupaten Demak, meliputi kawasan kecamatan Mranggen dan Karangawen. Dan sebagian perlintasan tersebut tanpa dilengkapi palang pintu.

Slamet  mengapresiasi  munculnya para relawan yang menjaga perlintasan KA tanpa palang pintu, sehingga mereka bisa menunjukan pengguna jalan apabila ada KA akan lewat.

Pagar beton di seputar perlintasan jalan raya Onggorawe-Mranggen kawasan Desa Brumbung, dipandang sangat berbahaya,  agar segera dibuatkan palang pintu otomatis, karena saat menyeberang tidak bisa melihat keberadaan kereta api yang lewat.

Kami meminta PT KAI bisa merespon, agar dibuatkan palang otomatis sebelum ada kejadian yang fatal, juga meminta pembangunan jalur rel ganda di pasar Ganepo segera selesai,” ucap Slamet, kemarin.
Bila pembangunan jalur ganda di seputar pasar Ganepo  Kecamatan Mranggen, tidak segera selesai akan mengacaukan arus mudik Semarang-Grobogan. Slamet meminta PT KAI segera merespon, sekaligus saling menjaga arus mudik tetap lancar.

Pengaruh keberadaan PKL dipinggir jalan, Slamet secara tegas mengatakan PKL dipinggir jalan tak berpengaruh, arus kendaraan melambat di pasar Ganepo akibat jalan raya dan rel KA tidak rata, sehingga banyak kendaraan mengurangi kecepatannya, mestinya kondisi rel KA dan jalan aspal seimbang agar arus lalulintas lancar.

Diharapkan  Satpol PP dan Dinperindagkop UMKM bisa menertibkan keberadaan PKL untuk mengantisipasi munculnya pasar tumpah. Kedua SKPD tersebut diminta bisa memberikan solusi kepada PKL, atau merelokasi sementara para PKL, sehingga arus mudik bisa aman.   
    
Terpisah Kabid Pengawasan dan Pengendalian Operasional Dinhubkominfo Demak, Masruh menilai persoalan pagar beton diperlintasan Desa Brumbung sudah ada facibility study (FS) pada tahun 2012. “Rencananya akan dibuat flay over pada sejumlah perlintasan untuk mengurangi kemacetan,” katanya.
Di Desa Brumbung hanya perlintasan kecil, kemungkinan akan dibuatkan pintu palang  otomatis yang bisa membaca signal kedatangan kereta api dari jarak minimal 600 meter. Dia hanya bisa berharap PT KAI segera mewujudkan pintu perlintasan tersebut. (swi/hst)
Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.