Breaking News
recent

Kurikulum 2013 Tekankan Aspek Pendidikan Karakter

Workshop Life Skill mengupas kesiapan guru melaksanakan kurikulum 2013. (harsem/sukmawijaya)


Demak-Ciri khusus kurikulum 2013 menekankan pada aspek pendidikan karakter, pendidikan yang berbasis pada sikap, dan kreatifitas peserta didik. Hal ini akan menambah kegairahan para guru maupun peserta didik untuk belajar secara fokus dan kreatif.

Dalam kurikulum 2013, tidak hanya otak saja yang di asah, tapi sikap mental, seni, interaksi pergaulan, dan aspek-aspek kemanusiaan mendukung hasil penilaian. “Secara prinsip kurikulum 2013 menekankan pada aspek pendidikan karakter,” ucap Ketua Jurusan Tarbiyah STAIN Kudus, Kisbiyanto.

Sebagai narasumber pada workshop life skill mengupas kesiapan guru melaksanakan kurikulum 2013 yang digelar Stain Kudus dan Unisfat Demak. Dia menyinggung juga nilai beda dari kurikulum 2013 yang mengembangan bakat dan minat anak.

Kurikulum ini mengembangkan kompetensi, anak, remaja, bahkan orang dewasa yang tetap membutuhkan bimbingan dari orang lain, yaitu orang tua dan lingkungan rumah maupun sekolah, termasuk di PT, MA/SMA/SMK, MTs/SMP, MI/SD, dan PAUD bagi anak-anak RA/TK, KB/PG, serta PA.

Saat ini pendidikan di Indonesia semakin berbenah, dengan 3 peraturan, yaitu UU RI nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU RI nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen, serta UU RI nomor 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi.

UU tersebut yang menjadi kitab suci pendidikan di Indonesia. Diminta para guru dan calon guru untuk membaca dan memahami isinya, agar tidak salah dalam melaksanakan tugas
pada kurikulum 2013.

Keuntungan strategis kurikulum 2013, terlihat pada kuantitas mata pelajaran agama semakin bertambah, dari 2 jam pelajaran per-minggu, menjadi 3 jam. Dengan demikian, alumni dari pendidikan Agama Islam,  mempunyai peluang untuk mengajar ilmu-ilmu agama di sekolah.

Sementara, dosen FAI Unisfat Demak, Khairul Saleh mengutarakan, workshop ini merupakan kerja sama antara Stain Kudus dengan Unisfat, dalam workshop bisa disampaikan semua program FAI. Selama ini banyak terjadi degradasi moral dan krisis multi dimensi yang didesak adalah dunia pendidikan.

“Kita berharap lewat workshop ini tentang kurikulum 2013 bisa menjawab apa yang dikehendaki, dan membenahinya,” katanya. Sehingga kedepan tidak lagi mencetak tenaga yang pandai secara intelegensi namun tidak amanah dan tidak jujur. (swi/hst)        
Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.