Breaking News
recent

Sampah Pasar Bintoro Jadi Kompos

Bupati Demak HM Dachirin Said mencoba mesin pencacah sampah di Rumah Kompos Pasar Bintoro. (harsem/sukmawijaya)


Tingkatkan Ekonomi Warga


Demak-Rumah Kompos Pasar Bintoro yang sedianya untuk mengolah sampah pasar menjadi pupuk kompos (organik) diujicobakan.

Petugas sampah tak pusing lagi, memikirkan pembuangan hasil sampah di pasar. Sejak diujicoba rumah kompos Pasar Bintoro, seluruh sampah di pasar induk ini akan diolah menjadi pupuk kompos.
    
Bangunan rumah kompos yang berada di belakang Pasar Bintoro, terdiri dari 1 unit mesin pencacah sampah bertenaga solar dan empat unit bangunan pengering (oven) dengan kapasitas 4 meterkubik/oven.
    
Menurut Bupati Demak HM Dachirin Said, rumah kompos sangat bermanfaat untuk pengembangan ekonomi masyarakat. Karena rumah kompos ini akan dikelola oleh petugas pasar bersama warga setempat.
      
“Upaya ini sekaligus mengurangi jumlah kubikasi sampah yang selalu menumpuk di pasar Induk Bintoro,”kata bupati saat ujicoba rumah kompos, Kamis (31/10).

Di dalam pasar bisa dibuatkan dua jenis tempat sampah, yaitu tempat sampah organik dan non organik.  
Soal sampah, bupati tak setuju bila harus dibuatkan Perda untuk mengatur sanksinya. Dia lebih setuju menanamkan kesadaran  masyarakat, tanpa harus menakuti masyarakat dengan sanksi denda atau lainnya.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Demak Muhdiyanto, mengatakan  rumah kompos bantuan dari kementerian lingkungan hidup, sengaja ditempatkan di belakang Pasar Bintoro, hal ini dilakukan untuk mengurangi menimbunnya sampah di pasar.

“Sampah rumah tangga sekitar bisa diarahkan ke rumah kompos, dengan kondisi yang sudah terpisah antara sampah organik dan non organik,” jelasnya. Untuk mesin pencacah, mampu mencacah sampah organik sebanyak 500 kg/hari.

Untuk sampah non organik berupa plastik yang sudah dipilah, dapat disalurkan ke rumah kompos Desa Jogoloyo Kecamatan Wonosalam. Di rumah kompos Jogoloyo ini sudah memiliki mesin pengelola plastik yang hasilnya menjadi bahan pembuatan biji plastik.
    
Dalam pengolahan rumah kompos, lanjut Plh Kepala Dinperindagkop Demak Hadi Waluyo akan dikelola oleh petugas pasar bersama warga sekitar. Pihaknya sekaligus memberdayakan pengolahan sampah kepada lembaga RW setempat, sehingga hasilnya bisa untuk menambah kesejahteraan warga.
    
“Dari hasil survei, pupuk kompos yang dihasilkan sekitar 5 kg bisa dijual di pasar senilai Rp 25 ribu,” jelas Hadi. Dia berharap rumah kompos bermanfaat ekonomis bagi warga, sekaligus mendorong Demak menyambut penilaian Adipura. (swi/hst)

Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.