Breaking News
recent

Pengantar Buku "Tafta Zani Tokoh Pembangunan"


KEHILANGAN dan sangat terpukul sekali. Ungkapan itu disampaikan Moh. Dachirin Said sepeninggal Bupati Demak Tafta Zani. 

“Ibarat pengantin baru, namun hanya sepuluh bulan kami merasakan bahagianya kebersamaan. Maka begitu tiba-tiba Bupati Tafta Zani meninggal, saya langsung seperti linglung dan stres. Tapi bagaimanapun pembangunan dan kerja keras harus tetap berlanjut,” ungkap Moh. Dachirin Said, yang kini menjabat Bupati Demak menggantikan Tafta Zani. Dia resmi dilantik sebagai bupati pada Rabu 10 Oktober 2012.  

Pun, H. Moh. Dachirin bertekad melanjutkan program pembangunan yang telah disusun almarhum Tafta. Bahkan menurut dia, melanjutkan pembangunan yang telah dirintis pendahulunya itu hukumnya wajib.

“Sebagai ahli waris, kami berdosa jika tidak melanjutkan program-program almarhum. Apalagi program untuk lima tahun ke depan sudah jelas mendapat persetujuan DPRD,” kata Bupati Dachirin Said, ketika mengadakan silaturrahmi dengan pimpinan SKPD akhir Oktober lalu. 

Dia banyak mengungkapkan uneg-uneg seputar rencana kerja ke depan agar mampu merealisasikan target almarhum yang belum sempat tercapai. Sebagai pewaris, dia bersama para mitranya bertekad melanjutkan program kerja yang menjadi primadona masyarakat, di antaranya betonisasi jalan. Apalagi almarhum menargetkan, selambatnya pada tahun 2014 Kabupaten Demak bebas jalan rusak.

Selain itu, program almarhum lainnya yang akan dilanjutkan Bupati Dachirin adalah penataan wajah kota, serta memperoleh penghargaan Adipura .

Untuk penataan wajah kota, bupati fokus menata kawasan Masjid Agung Demak yang merupakan sentral wisata religi serta aset berharga peninggalan Sultan Fatah dan Wali Songo. Kemudian bupati juga akan menjalankan pengelolaan Pasar Bintoro dengan konsep semi modern yang Islami. Kabupaten Demak yang terkenal sebagai Kota Wali memiliki objek wisata religi, maka tekad bupati menyinergikan Masjid Agung Demak, Pasar Bintoro dan Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu telah mendapatkan skala prioritas dalam hal penataan. 

Sebagai pewaris, bupati kini harus sanggup memikul beban berat berupa program-program pembangunan yang telah disepakati. Oleh karenanya, dukungan semua pihak sangat diperlukan demi terciptanya pelaksanaan pembangunan di Kota Wali, sekaligus untuk mewujudkan cita-cita maupun program kerja almarhum Tafta Zani yang belum sempat terselesaikan.

“Kita sebagai ahli waris wajib melaksanakan wasiat yang ditinggalkan almarhum. Terlebih karena wasiat tersebut untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Demak,” tegas Bupati Moh. Dachirin Said.

Diterbitkannya buku ‘Tafta Zani Tokoh Pembangunan’, selain untuk mengenang perjuangan almarhum, buku ini sekaligus menjadi dokumen yang berharga dan penting,  tidak melupakan begitu saja sosok pelopor program tersebut. 

Buku ini sendiri berisi rangkuman pengalaman penulis selama lima tahun lebih mendampingi Tafta Zani. Selaku juru bicara bupati, penulis melihat dan mendengar secara langsung mengenai banyak hal yang pernah disampaikan almarhum Tafta Zani. Penulis menyajikannya kepada pembaca ke dalam buku ini menggunakan bahasa ringan agar mudah ditelaah semua kalangan. 

Akhirnya, penulis berharap buku ini menjadi sumber inspirasi bagi pemimpin dan calon pemimpin Kota Wali, juga masyarakat pada umumnya, agar lebih bersemangat membangun Kabupaten Demak tercinta. Amin.
Penulis
________
* Dikutip dari Buku Tafta Zani Tokoh Pembangunan, Penulis: Rudi Santosa, SH
Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.