Breaking News
recent

Selamat Jalan Bupati Tafta Zani (1)

“Saya terharu, kehilangan putra terbaik Jawa Tengah yang meninggal dalam melaksanakan tugas.” Bibit Waluyo

DUKA menyelimuti Kabupaten Demak, menyusul kabar meninggalnya Bupati Demak Tafta Zani (59), saat menjalankan tugas kedinasan di Batam.

Orang nomor satu di Kota Wali ini diduga meninggal dunia karena mengalami serangan jantung. Tafta menutup usia pada Sabtu 17 Maret 2012 sekitar pukul 22.00 WIB. Dia meninggal seusai menghadiri acara silaturahmi warga Demak di Batam.

Sepulang dari acara tersebut, Tafta yang berangkat ditemani istrinya Hj Hermini bersama dua ajudan kembali di hotel tempat menginap. Sesampainya di kamar hotel, Tafta mengeluh sakit. Oleh ajudan dilarikan ke rumah sakit Budi Kemuliaan Batam. Namun Tafta tidak tertolong.

Setelah mendapat kabar Bupati Tafta Zani dipastikan meninggal dunia, gemparlah kabar memilukan tersebar cepat di kalangan masyarakat Demak. Masyarakat berduyun-duyun memadati pendopo kabupaten, sambil mencari kabar Tafta Zani dimakamkan.

Suasana hiruk pikuk, lantunan ayat suci menggema bersaut-sautan tak henti terdengar di pendopo kabupaten. Ribuan masyarakat Demak memadati pendopo meluber hingga halaman sekretariat daerah yang luas itu.

Tampak Wakil Bupati Moh. Dachirin Said dan Sekretaris Daerah Poerwono Sasmito, beserta pimpinan satuan kerja perangkat daerah sibuk mempersiapkan kedatangan jenazah Tafta.

Sembari menunggu kedatangan jenazah, para pejabat dan staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak, serta ribuan warga masyarakat larut dalam kekhusukan doa.

Tidak sedikit dari mereka menitikan air mata, merasakan duka mendalam kehilangan sosok pemimpin yang dicintainya.

Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo ketika memberikan sambutan tak kuasa pula menahan air mata. Orang nomor satu di Jawa Tengah itu sekuat tenaga menahan agar air matanya tidak menitik, namun toh akhirnya gagal.

“Saya terharu, kehilangan putra terbaik Jawa Tengah yang meninggal dalam melaksanakan tugas,” kata gubernur, yang lagi-lagi ucapannya tersendat.

Bibir yang ditahanpun akhirnya bergetar juga. Dengan wajah sedih, Pak Bibit yang biasanya menyampaikan sambutan dengan humor segar, nampaknya tak kuasa menahan tangis. Masih sesenggukan gubernur melepas jenazah Tafta di pembaringan terakhir. Tafta disemayamkan di Komplek Pemakaman Raja-Raja Masjid Agung Demak.

Sementara itu ratusan ucapan bela sungkawa berupa karangan bunga terus berdatangan dari berbagai kalangan. Bukan saja dari warga Demak, namun juga dari para bupati dan wali kota di Jawa Tengah. Masyarakat Demak yang berada di luar daerah pun turut mengucapkan bela sungkawa.

Tafta Zani meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Yakni, Kurniawan Hidayat, Taufik Hutomo dan Iqbal Nasrullah. Selama menjabat bupati, Tafta Zani dianugerahi belasan penghargaan nasional. Penghargaan itu merupakan bukti bahwa kinerjanya tergolong baik.

Di kalangan masyarakat sendiri Tafta Zani dinilai sukses melaksanakan program betonisasi jalan yang spektakuler itu. Selain juga sukses di berbagai bidang lainnya.

Baginda Abu Sofyan (50), warga Desa Sriwulan Kecamatan Sayung mengaku sangat kehilangan Tafta Zani. Di matanya, Tafta adalah sosok pemimpin yang amanah.

“Pak Tafta merupakan Bupati Demak terbaik yang pernah ada. Beliau sangat memikirkan rakyat. Setiap ada persoalan di masyarakat beliau langsung terjun ke lapangan untuk memberikan solusi,”  kata Baginda.

Hasan Hamid (37) warga Desa Trengguli Kecamatan Wonosalam menilai bahwa selama kepemimpinan Tafta aspek pembangunan dapat langsung dirasakan masyarakat. Pembangunan jalan beton misalnya, dampaknya mampu menghidupkan berbagai sektor.

“Dengan adanya jalan beton, kini transportasi warga menjadi lancar. Tentu saja ini mempermudah akses perekonomian warga yang mayoritas mengandalkan sektor pertanian. Saya berharap kebijakan Pak Zani dilanjutkan penerusnya,” ungkap Hasan.

Dampak dari betonisasi jalan sangat bisa dirasakan oleh warganya. Dengan jalan yang mulus roda perekonomian di Kota Wali semakin menggeliat.

Untuk menghormati jasanya, warga masyarakat mengibarkan bendera merah putih setengah tiang selama tujuh hari. Hal itu sebagai ungkapan bela sungkawa mendalam atas kepergian Tafta untuk selamanya.

Menyaksikan saat-saat menghantar kepergiannya dan mendengar berbagai pendapat masyarakat, penulis yakin bahwa Tafta Zani adalah sosok yang dicintai. Selamat jalan Tafta Zani.  (*)

________

* Dikutip dari Buku Tafta Zani Tokoh Pembangunan, Penulis: Rudi Santosa, SH
Toni Tok

Toni Tok

2 comments:

  1. Selamat Jalan Bupati Demak Tafta Zani, terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasamu selama ini dalam membangun Demak menjadi lebih baik...

    ReplyDelete

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.