Breaking News
recent

Sepasang Sandal Lily (2)

“Saya sangat gemar sekali memakai Sandal Lily ini. Sepasang sandal ini memang bukan yang saya miliki ketika remaja. Namun setiap memakainya, saya teringat kenangan masa lalu yang sangat menyedihkan.” Tafta Zani

SANDAL Lily memang pernah nge-trend di kalangan remaja maupun orang tua pada era 70-an. Sandal ini berbahan plastik mengkilap namun warna-warnanya cenderung kalem. Ada yang warnanya cokelat, ada pula yang berwarna kuning kemerah-merahan. 

Sandal bermodel khas yang ketika itu harga sepasangnya paling mahal Rp 150, sebenarnya kurang enak dipakai. Sebab, sandal satu ini memiliki ciri agak kaku sehingga jika dipakai terlalu lama kaki terasa panas. Entah siapa di era itu yang menjadikan Sandal Lily nge-trend setara dengan Ahmad Albar bersama grup musik Goodbless ataupun penyanyi asing Susy Quartro. 

Barangkali sosok Tafta Zani remaja yang ketika itu tinggal di Desa Tempuran Magelang, harus bersusah payah untuk memiliki Sandal Lily. Mungkin saja dia harus merengek-rengek kepada bapaknya yang hanyalah seorang petani utun. 

Di suatu kesempatan, Tafta Zani Si Anak Desa yang berhasil menjadi bupati itu bercerita tentang kisah sepasang Sandal Lily. 

“Saya memang gemar sekali memakai Sandal Lily. Sandal Lily yang saya pakai sekarang memang tidak buatan tahun 70-an. Namun setiap memakainya, saya teringat kenangan masa lalu yang sangat menyedihkan. Ekonomi negara kita belum mapan. Untuk sekedar makan kita harus bekerja keras,” ungkap almarhum usai melaksanakan Salat Jum’at di Kecamatan Mranggen. 

Saat itu dia memakai Sandal Lily kesukaannya yang berwarna coklat muda. Melihat bentuknya, sandal itu sesungguhnya sudah tidak lagi proporsional. Alas sandal sebelah kiri mulai aus. Namanya saja sandal kesayangan. Jika almarhum akan malaksanakan salat, maka ajudan selalu menyiapkan sepasang sandal itu. 

Cerita pun berlanjut saat almarhum usai melaksanakan Salat Jum’at sambil menikmati makan siang.
“Sebagai bupati, sangatlah bisa membeli sandal yang harganya seribu kali lipat dari harga Sandal Lily. Tapi saya tetap suka memakai Sandal Lily,” ujar almarhum. 

Menurutnya, harga mahal tak selamanya menjamin kenyamanan si pemakai. Semahal dan sebaik apapun sepasang sandal, pemakainyalah yang bisa menilai kenyamanannya. Itu sebabnya, meski telah menjabat bupati Tafta tetap menyukai Sandal Lily. Bagaimanapun ia merasa nyaman memakai sandal yang kini jarang lagi dilirik oleh kalangan masyarakat menengah ke atas itu.  

“Orang yang berkecukupan secara ekonomi biasanya lebih suka memakai sandal mahal. Bahkan mereka akan segera membeli sandal baru yang mereknya lagi nge-trend. Namun jangan berlakukan itu pada saya. Sebab, saya tetap suka Sandal Lily meskipun harganya relatif murah dan modelnya kuno,” ujar Tafta.

Mendengar cerita tersebut penulis dapat menilai bahwa almarhum adalah sosok pemimpin yang bersahaja. Meski telah menduduki jabatan bupati dengan penghasilan yang relatif besar, dia tetap membiasakan hidup sederhana.  

Pola-pola kesederhanaan rupanya juga dia tanamkan kepada para bawahan. Ketika salah seorang camat mengajukan anggaran untuk merehab kantor yang bangunannya telah rapuh, Tafta tidak serta merta menyetujui. 

“Meskipun kantormu jelek dan rapuh, toh kamu masih menjadi camat. Ingat, kamu harus mengutamakan pelayanan masyarakat dan rela menomorduakan kondisi kantor. Apalah artinya kantor bagus jika jalan yang lebih dibutuhkan masyarakat justru masih rusak,” kata Tafta, menolak permintaan salah seorang camat. 

Dalam pikiran Tafta, pembangunan jalan lebih prioritas. Maka dari itu lebih baik kantor kecamatan masih jelek akan tetapi kondisi jalan di desa-desa mulus semua. 

Camat yang mendapat jawaban almarhum hanya bisa diam terpekur sambil merenungkan petuah dari Si Penggemar Sandal Lily itu. (*)

________

* Dikutip dari Buku Tafta Zani Tokoh Pembangunan, Penulis: Rudi Santosa, SH
Toni Tok

Toni Tok

1 comment:

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.