Breaking News
recent

Sheila on 7 Resmikan Sheilagank Demak

Setelah konser Sheila on 7 di stadion pancasila, Sheila on 7 mempunyai agenda khusus bagi warga Demak. Meresmikan Sheilagank (fansbase Sheila on 7) Demak. Berikut ini rangkaian kisah komunitas Sheilagank Demak.

Komunitas yang berdiri medio 2009 ini, menambah daftar komunitas basecamp di manajemen Sheila on 7. Komunitas ini sempat redup karena para anggota mempunyai kesibukan lain. Sibuk kuliah keluar kota. Beruntung, atas inisiatif Choerul Alim, 26 September 2015, penggalangan massa generasi kedua mulai kembali. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Anggota makin bertambah banyak. Anggota lama, yang sibuk kuliah, telah lulus dan kembali ke kecamatan masing-masing. 

Berpusat di Alun-alun kota Demak, komunitas ini mengadakan gathering. Cukup lama vakum, penggalangan massa sempat juga mengalami kendali. Kebesaran hati kawan-kawan dari Sayung, Gajah, Bonang, dan beberapa kecamatan lain, jadi gerbong utama sambutan mereka. Satu sama lain mampu berkoordinasi dengan baik. Jarak lebih dari 5 km dari pusat kota Demak menghalangi langkah ini selanjutnya.

Setelah sambutan itu berjalan baik. Program kerja mulai dibentuk ulang. Ardani, generasi pertama yang jadi ketua saat itu, menyerahkan segala sesuatu pada generasi selanjutnya. Langkah ini diambil atas keputusan semua pihak. Agar selanjutnya berjalan lancar. Semua sepakat dilakukan pemilihan ulang ketua Sheilagank Demak. Maka, terpilihlah Rizky Lanang Bagus Bawono, sebagai ketua. Fifin Hidayat sebagai wakil ketua. Dan beberapa pengurus lainnya. 


Minim pengalaman

Karena kepengurusan baru. Kami butuh bimbingan. Beberapa anggota mulai belajar dari komunitas lain dengan melakukan studi banding. Semarang resmi 2008, Kudus resmi 2011, dan Jepara resmi 2015, menjadi contoh pembelajaran kami. Langkah efektif ini diambil agar di kemudian hari mampu terus belajar.

Kami pun langkahkan kaki untuk program peresmian. Cara ini kami mengingat kota-kota lain sebelah kami telah resmi. Ketiga komunitas tersebut menganjurkan mendownload peraturan basecamp di Sheilaon7.com. Karena di dalam file tersebut telah dijabar secara gamblang. Peraturan demi peraturan dipatuhi, namun miskomunikasi masih sering terjadi. Memang diakui komunitas ini terhitung baru dalam kepengurusan. Perlahan lahan semua diatasi. 

Kami juga dianjurkan koordinasi dengan divisi fans club Sheila on 7. Supri, lelaki agak gemuk ini ditugasi oleh Sheila on 7 manajemen untuk mengurus basecamp (:sebutan lain komunitas kota). Agar hubungan kami dan Supri erat.

Keberuntungan demi keberuntungan berlanjut. Salah satu bank pemerintah mengadakan suatu acara. Beberapa tim dibagi : berkoordinasi dengan divisi fans club, dan EO acara bank tersebut. Karena Januari 2016 flyer acara konser sudah disebar melalui dunia maya. Namun jadwal dari pihak Sheila on 7 belum resmi rilis. Langkah salah satu dari anggota menghubungi manager, yang kebetulan menjadi bassist Sheila on 7, Adam. Dan ternyata dari pihak Sheila on 7 dan manajemen juga belum mau memberikan keterangan pasti. Anggota kami diminta bersabar untuk memastikannya. 

Pertengahan Februari kabar itu berhembus. Kami sedikit lega. Pasalnya acara tersebut fix dan benar. Ketua kami lalu berkoordinasi kembali dengan EO dan divisi fans club. 

Acara bank ini memberikan undangan VIP, dengan syarat membuka rekening tabungan senilai Rp. 100.000. Antusiasme warga pun bertambah dengan syarat tersebut. Berbondong-bondong warga, termasuk kami yang ikut serta. 

Persiapan lebih dimatangkan. Karena hampir mendekati waktunya. Kami lalu melakukan pertemuan intensif setiap minggu membahas peresmian ini. Sempat bersitegang mengenai konsep acara peresmian menjadi hal tak terhindarkan. Masukan demi masukan jadi bahan pertimbangan. Memilih menyewa resto,  atau peresmian simbolis. Semua dipertimbangkan.

Pertengahan maret ketua kami terus berkoordinasi dengan Supri. Dan diberi keputusan : bisa resmi setelah konser. Kami pun menyanggupi. Lalu beranggapan bahwa setelah konser, kami pun menuju hotel untuk peresmian. Konsep yang digagas telah disiapkan. Menyewa restorasi hotel tempat menginap Sheila on 7.

Tanggal 2 april waktu yang di nanti tiba. Persiapan sudah ready. Plakat simbolis, resto yang disewa, dan hal - hal lainnya. Kami terus berkoordinasi kembali dengan divisi fans club. Perjalanan mereka dari Yogyakarta ke Demak yang berjarak 180 km-an, ditempuh waktu 5 jam, menggunakan mobil kami pastikan. Agar nanti berkomunikasi lebih intens dengan Supri. 

Beberapa dari kami telah berada di stadion sembari mengecek kondisi stadion tersebut. Namun pukul 14.00 gerimis mengguyur sekitar kota ini hingga 15.15. 

Sekitar pukul 16.00, Supri sudah berada di Stadion. Maka anggota lain kembali berkoordinasi dengan Supri.  Terlihat juga beberapa kru cek sound. Di alun - alun kota ini, kami sebagian telah berkumpul untuk  prepare konser dan peresmian. 

Seorang anggota kami yang berada di stadion lalu memberi informasi mengenai peresmian pada Supri. Jawaban darinya menjadi patokan kami resmi nanti. Tak disangka Supri memberi informasi menarik. Persis pada sebelumnya. Peresmian bisa dilaksanakan setelah konser. Namun pihak kami missreading. Supri mengatakan : "setelah konser, bukan sehabis manggung. Tetapi bisa saat check out dari hotel." jawaban dari dia membuat kami terkejut. Padahal kami telah menyewa resto untuk malam hari. 

Kami lalu berpikir ulang. Opsi pertama gagal, opsi kedua yang ditawarkan Supri kami sanggupi. Tetapi nasi telah jadi bubur. Biaya untuk resto telah kami sanggupi tak bisa ditarik kembali. Kami pun lalu fokus sejenak ke konser dan memikirkan ulang.

Konser berjalan lancar. Hampir tak ada kendala. Tetapi sesaat setelah kembang api meledak di langit, kekacauan terjadi. Terlihat sebelum pintu keluar kerumunan seperti tawuran terjadi.

Pukul 23.00 kami menuju hotel untuk menikmati sajian yang telah kami pesan di resto hotel. Berkumpullah puluhan orang di resto tersebut. Ketua dan wakil memberi informasi mengenai misreading ini. Ketua berpesan bahwa peresmian akan dilakukan esok pagi, setelah checkout. Setelah sajian resto hotel habis, kami undur dari hotel pukul 01.00. Kami kembali esok harinya.

Resmi Sheilagank

Sejumlah kawan mulai memadati halaman parkir motor. Di depan hotel juga terparkir Grand Max berplat Yogyakarta, yang dikendarai Sheila on 7, parkiran mobil di depan hotel. Kami yang datang sejak pukul 06.00 berpikir bahwa Sheila on 7 akan checkout pada pukul 07.00. Kami tahu bahwa setelah checkout Sheila on 7 juga harus melanjutkan ke Kudus untuk menghadiri undangan ulang tahun Sheilagank Kudus. 

Pihak hotel sempat kami tanyai mengenai tempat yang nanti akan kami buat acara. Namun respon salah satu pegawai juga kurang mengenakkan. Kami bertanya : " Pak, kami dari pihak fans club Sheila on 7. Kami mau adakan peresmian disini, kira - kira dimana tempat yang enak? Seolah tak mau diganggu dia menyatakan : " Kalian sudah konfirmasi ke Sheila on 7? Tapi maaf mas, Sheila on 7 sudah checkout dari subuh tadi. kalau kalian mau menunggu bisa terserah, tapi Sheila on 7 sudah pergi lho mas". "Lha itu mobil Sheila on 7 masih di parkiran, pak", jawab kami. Pegawai hotel, yang juga marketing saat itu bertugas, pun memberi alasan lain : " Itu mobil kru mas. Kalau gak percaya terserah kalian. Tapi benar kalian sudah konfirmasi? Kalau sudah, kalian bisa gunakan tempat parkir depan". Kami bersikukuh bahwa sudah konfirmasi dari Supri untuk menunggu. 

Tak berapa lama, sekitar pukul 9 pagi. Supri turun dari kamar menemui kami di halaman. Supri mencari Bagus. Dan menyatakan untuk menunggu. Karena Sheila on 7 sedang packing untuk checkout. Dia lalu menginformasikan ke pihak hotel. Kami pun sedikit gembira. Pasalnya resto yang ada di sebelah lobby boleh dipakai namun tak boleh lama. Karena resto akan segera digunakan untuk lunch. Bukan di halaman yang dijanjikan marketing tadi. Lalu Supri kembali ke kamar. 

Setelah itu, kami dipersilakan masuk ke resto, dengan catatan tidak gaduh. Satu persatu kami menuju ke resto. Pukul 10.00 Supri turun lagi. Terlihat Adam dan keluarganya turun membawa barang bawaannya. Istri Adam, Arimbi, menuju parkiran belakang. Di lobby parkir, Adam dan Istri sibuk menata perlengkapan mereka di bagasi belakang. Anak-anak mereka pun bercanda. Lovely dan kedua adiknya berlarian di lobby parkir. Setelah selesai, Arimbi memarkirkan mobil di sebelah grand max. Dan mengajak ketiga anak ke resto untuk breakfast. 

Kemudian, personil lain pun turun. Sibuk memasukkan barang bawaan ke bagasi mobil. Brian, Eross, dan Duta meminta tolong Supri untuk memasukkan bawaannya ke grand max. 

Pukul 10.25 Sheila on 7, Supri, dan Erik masuk ke resto. Tepuk tangan turut mengiringi langkah mereka menuju ke kursi yang telah disiapkan. Sementara Supri dan Erik sibuk dengan tugas masing-masing. Erik sebagai fotografer Sheila on 7. Supri mengonfirmasikan ke kami untuk memulai acara.

Acara pun dimulai. Tanpa mc, Bagus pun maju. Dia memberi ucapan terima kasih kepada Sheila on 7 atas waktu luang mereka. Duta yang saat itu juga menjadi Juru bicara  Sheila on 7 menyatakan : "Terima kasih untuk teman-teman Sheilagank Demak. Kami senang punya keluarga baru disini. Atas bantuan kawan lainnya, kalian akhirnya resmi hari ini. Mudah-mudahan kita bisa sering ketemu di Demak atau sekitar yang dekat Demak." Disela Duta menyampaikan ucapan terima kasih, Adam yang berada di sebelah Duta memberi jokes. Eross yang sepertinya baru bangun, menganggukan kepala. Begitupun Brian yang ada di kiri Eross, ikut menganggukkan kepala. 

"Dinamika komunitas banyak terjadi, pergantian kepengurusan, anggota sibuk, ataupun lainnya. Perlu diketahui bahwa setelah resmi, ada beberapa kewajiban yang dipenuhi oleh Sheilagank Demak. Member  fans club juga mempengaruhi  cepat lambatnya pembuataannya. Dan itu dikomunikasikan kepada divisi fans club. Setelah ini kalian mau bagaimana? Bisa di komunikasi juga pada Supri" lanjut Duta.

Setelah selesai Sheila on 7 memberikan arahan. Bagus lalu meminta secara simbolis menandatangani plakat yang tersedia di depan. Eross lalu bertanya : " iki le tanda tangane neng ndi? (Ini tanda tangannya dimana?). Sontak Bagus menjawab : "Di depan mas, yang ada tulisannya". Duta, Adam, Eross dan Brian kemudian membubuhkan tanda tangannya di plakat."

Duta mengucapkan terima kasih (foto : Fifin Hidayat)

Foto setelah peresmian (Foto oleh Supri)


Pembubuhan tanda tangan (foto Fifin Hidayat)


Setelah itu, kami diminta berfoto, tiap 5 orang, satu persatu. Setelah semua lengkap. Sesi foto selanjutnya ialah semua anggota yang hadir diminta berfoto. 

Peresmian usai. Sheila on 7 melanjutkan perjalanannya ke Kudus.

Jalan Terus Sheilagank!!

nahar gostu

nahar gostu

4 comments:

  1. Alhamdulillah... akhirnya tercapau. Terimakasih buat temen temen sheilagank demak. Manajemen sheila on7 dan mas mas B.E.D.A yang menyempatkan waktunya untuk peresmian sheilagank Demak

    ReplyDelete
  2. Thx atas reportnya. Imut seneeng

    Sdkt cttn, agak janggal rasanya nama mereka tersebut tanpa embel embel mas atau mbak. Mengingat notabene penulis adl sheilagank juga. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Terimakasih atas responmu. Banyak pertimbangan menuliskan nama mereka tanpa mas atau mbak.
      Silakan mampir ke catatanku lainnya http://bit.ly/1qbpzze

      Delete

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.