Breaking News
recent

Hidangan TMMD merupakan produksi Warga Trengguli


DEMAK-Saat giat TMMD REG 96 TA.2016 Kodim Demak, di  dedah Rumah RTLH milik  Sadiran (75) Rabu,di Desa Trengguli terlihat sebuah hidangan makanan ringan yang terbuat dari rempeyek kacang.

Terlihat unik karena semua hidangan dari rempeyek kacang. Lantas  siapa gerangan yang membikin makanan rempeyek itu ?  Ternyata hidangan itu  bikinan asli warga trengguli serta sebagai produk potensi desa tersebut.

Ibu Suryatun (45), warga saetempat  tak pernah menyangka kalau usahanya bakal sebesar dan sesukses sekarang. Awalnya, ia hanya membuat peyek dengan memanfaatkan 1-2 kilogram kacang tanah per hari. Kini   kebutuhan kacang tanah untuk usahanya sudah mencapai dua kuintal per hari.

Tak hanya Suryatun, masih ada sekitar 12 perajin peyek di Dusun Temu Ireng, Desa Trengguli, Wonosalam, Demak, yang juga mengalami kisah sukses. Tingkat pendapatan bersih mereka bahkan mencapai Rp 100.000 per hari. Artinya, dalam sebulan mereka bisa mengantongi keuntungan bersih Rp 3 juta atau setara gaji pokok pegawai negeri sipil (PNS) eselon II.

Industri peyek mulai berkembang di Dusun Temu Ireng sejak 10 tahun silam. Awalnya hanya satu-dua orang yang menggeluti usaha tersebut. Salah satunya Suryatun. ”Waktu itu saya hanya coba-coba karena kebiasaan memasak di dapur. Peyek yang saya buat hanya dijual di Desa Trengguli. Di luar dugaan, ternyata banyak yang suka,” ungkap Ny Suryatun.  

Karena prospek pasar menjanjikan, ibu-ibu lain pun tertarik mencoba membuat peyek serupa. Lama-kelamaan perajin peyek terus bertambah hingga sekarang tercatat 12 unit usaha. Industri ini setidaknya menyerap 50 tenaga kerja yang sebagian besar warga Desa Trengguli.

Dalam sehari, industri peyek di Trengguli menyerap bahan baku berupa minyak goreng 50 liter, tepung beras 250 kg, dan kacang tanah 120 kg. Bahan tersebut paling dominan. Masih ada bahan pendukung lain, seperti tepung kanji, kelapa, dan bumbu lain.

Ada tiga jenis peyek yang diproduksi di Trengguli, yakni peyek kacang, Aneka Stik , dan peyek kacang hijau . Namun, karena minimnya tenaga kerja, baru peyek kacang yang tergarap maksimal, sementara peyek kedelai dan kacang hijau masih terbengkalai. Peyek kedelai(Pendim 0716/Demak)


Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.