Breaking News
recent

UMK Dan Kodim Demak Gagas Desa Melek Media Dalam TMMD


DEMAK---Jaman sekarang media massa sudah sangat mendominasi kehidupan kita. Media massa adalah media yang digunakan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak melalui media elektronik dan media cetak maupun media online, bisa berupa hiburan ataupun pendidikan, berfungsi juga untuk memberikan opini atau pendapat.


Untuk itu dalam giat TMMD REG 96 akan di gagas suatu inovasi baru dari Universitas Muria Kudus dengan Kodim 0716/Demak tentang gerakan melek media bagi remaja nantinya di acara penyuluhan dan sosialisasi yang akan di adakan pada minggu depan.
Rektor UMK, Dr. H. Suparnyo SH. MS mencanangkan Gerakan Nasional Remaja Melek Media. Ini merupakan upaya mendorong generasi muda dan pelajar berpikir lebih kritis terhadap pemberitaan di media massa.

"Hari ini kita hidup di era informasi yang luar biasa banyak, ini mengharuskan generasi muda punya kemampuan memilih dan memilah informasi tersebut," kata Suparnyo  usai menanda tangani kerjasama Mou UMK dengan Kodim 0716/Demak Di ruang pertemuan UMK, di Kudus, Rabu (11/5/2016).

Menurut Suparnyo, berbeda dengan dulu saat media masih terbatas, sekarang siapa pun dapat menjadi produsen informasi. Karena itu, literasi media menjadi penting bagi generasi muda.

"Saya mengapresiasi kodim 0716/Demak yang mau mendukung dan mendorong gerakan melek media bagi remaja," ujarnya.

Suparnyo berharap, ke depan anak-anak yang ada di desa trengguli yang menjadi sasaran TMMD dapat memanfaatkan informasi dengan baik dan fase berikutnya bisa menjadi produsen informasi. Dia menjelaskan, Trengguli dipilih sebagai tempat sosialisasi dan pembelajaran karena daerah ini sangat minim dengan informasi media terutama generasi muda.

"Saya berharap semangat ini dapat menular ke seluruh warga Demak dimulai dari desa Trengguli," tuturnya.
Rektor UMK, Dr. H. Suparnyo SH. MS itu juga meminta jajaran pendidik di Tanah Air melek media agar dapat ditularkan kepada pelajar. "Jika perlu setiap sekolah berlangganan media. Bahkan lebih bagus kalau ada majalah internasional sehingga tahu apa isu hangat yang sedang berkembang," imbuhnya.

Perkembangan media literasi di Indonesia masih sangat minim dikarenakan masyarakat lebih mengutamakan media sebagai sarana hiburan dibanding sarana edukasi. Media literasi belum diedukasikan kepada anak-anak dan remaja melalui kurikulum sekolah, hanya ada beberapa seminar dan diskusi yang saja.(Pendim 0716/Demak)

Toni Tok

Toni Tok

No comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.

Powered by Blogger.